SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 BANGSAONLINE.com digelar secara sederhana tapi penuh makna. Alunan shalawat dan kalimat dzikir yang dilantunkan para anak yatim membuat semua sudut ruangan kantor di Jalan Cipta Menanggal I nomor 35 Surabaya itu penuh getaran spiritualitas.
Acara HUT ke-12 BANGSAONLINE memang mengundang anak yatim. “Alhamdulillah, tiap HUT HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE kita selalu istiqamah melibatkan para anak yatim,” ujar Mas’ud Adnan, founder atau pendiri BANGSAONLINE saat menyampaikan sambutan dalam HUT ke-12 BANGSAONLINE di kantornya, Rabu (24/6/2026).
Menurut Mas’ud Adnan, BANGSAONLINE berusaha istiqamah berbagi kebahagiaan dengan para anak yatim dan fakir miskin.
“Bahkan tiap Jumat kita punya program Jumat Berkah, membagikan sembako kepada para anak yatim dan fakir miskin di sekitar kantor,” tambah CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE itu.
Dalam HUT ke-12, BANGSAONLINE selain makan bersama dengan anak-anak yatim juga memberikan bingkisan dan uang tunai per anak Rp100 ribu.
Di depan para anak yatim itu, Mas’ud Adnan secara terus terang minta doa agar semua perusahaan yang ia dirikan, yaitu BANGSAONLINE, HARIAN BANGSA, PODCAST BANGSAONLINE, harianbangsa.net, dan TV BANGSA, terus eksis dan berkembang menjadi media besar serta bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.
Mas’ud Adnan mengaku mendirikan media online dua kali. Dulu, tutur Mas’ud Adnan, sudah pernah mendirikan media online.
“Tapi gak jalan. Karena yang menangani teman-teman yang kurang familiar dengan teknologi digital,” ujarnya.
Mas’ud Adnan mendirikan lagi. “Yang menangani juga teman-teman wartawan senior. Juga tak jalan. Akhirnya saya tawarkan ke anak saya, Revol Afkar, untuk mengelola,” ujarnya.
Alhamdulillah. Ternyata jalan. “Karena anak-anak muda memang akrab dengan teknologi digital,” ujarnya.
Sementara Revol Afkar mengatakan bahwa HUT ke-12 BANGSAONLINE mengambil tema “12 Tahun Menembus Badai Disrupsi, Menjaga Marwah Pers di Era Digital”.
Menurut dia, tema ini sesuai dengan kondisi media saat ini. Di era disrupsi, tegas Revol Afkar, media sosial telah meruntuhkan eksklusivitas media mainstream. Karena semua orang bisa mengunggah informasi.
Konsekuensinya, media mainstream – termasuk media online – kalah cepat dengan media sosial dalam menyebarkan informasi. Apalagi media sosial tidak terikat dengan norma dan kode etik. Sehingga tanpa verifikasi dan konfirmasi pun informasi media sosial disebar.
Hanya saja tingkat akurasi dan kebenaran informasi media sosial cenderung lemah dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Kalau kita kan terikat dengan kode etik, ada verifikasi informasi,” ujar alumnus Universitas Airlangga itu.
Dalam acara HUT ke-12 ini para pimpinan dan wartawan serta karyawan HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE datang semua. Antara lain Nur Syaifuddin, Maulana, Aulia Rahman, Novan, Arief Rahardjo, Yuni, Tutut, Novi, Ahmad Fuad, Choirudin, Devi, Mida, M. Sulthon Neagara, Emwin, Fadil, dan Dicki.










