Komisi D DPRD Bangkalan melakukan sidak ke salah satu sekolah SMA unggulan di Kabupaten Bangkalan yang masih melakukan aktivitas di tengah masa PPKM darurat. (foto: ist)
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Komisi D DPRD Bangkalan melakukan sidak ke salah satu sekolah SMA unggulan di Kabupaten Bangkalan yang masih melakukan aktivitas di tengah masa PPKM darurat.
Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nurhasan menyayangkan tindakan yang dilakukan pihak sekolah tersebut di masa pandemi yang mana semuanya serba darurat. "Saya menerima masukan dari wali murid. Kok ada kegiatan, padahal semuanya tiarap," ujarnya.
BACA JUGA:
- Haji Her Selipkan Uang Rp50 Ribu di Ompreng MBG Ribuan Siswa di Bangkalan
- Atap SDN Tlagah 2 Bangkalan Ambruk Saat Hujan, Siswa Terpaksa Belajar di Teras
- Guru dan Staf SMKN 2 Bangkalan Dapat Edukasi tentang Cara Menghadapi 'Wartawan Bodrek'
- Sejumlah Kepala SMAN/SMKN di Bangkalan Dirotasi, ini Harapan Kacabdin
"Jadi tolong, tidak hanya di sekolah SMA 1 Bangkalan saja. Tapi di setiap sekolah jangan ada kegiatan. Sampai situasi mereda," tegas Nurhasan kepada wartawan setelah melakukan sidak ke SMAN 1 Bangkalan, Kamis (8/7/2021).
Walaupun segala aktivitas dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan. Namun, menurutnya tidak dapat dipastikan bahwa orang tersebut terbebas dari Covid-19. "Semua orang menjerit karena ditutup lapak dagangannya. Jangan menari di atas penderitaan orang lain," cetusnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Bangkalan Dra. Siti Maria Ulfah mengungkapkan, aktivitas yang dilakukan sekolah saat ini adalah mendata penempatan siswa. Menurutnya, hal ini dilakukan di setiap tahun ajaran baru untuk menentukan siswa yang ditempatkan di kelas unggulan.
"Mulai saat ini akan kami berhentikan segala aktivitas sekolah. Memang kami salah, jadi kami minta maaf kepada Bupati Bangkalan, Satgas Covid-19 Bangkalan, dan seluruh masyarakat Bangkalan atas tindakan yang telah kami lakukan," pungkasnya. (ida/uzi/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




