Ia berharap, usaha ini bisa memberikan pencerahan kepada pihak-pihak yang selama ini menggugat jadwal shalat.
"Terdapat dua observasi yang dilakukan. Yakni, observasi syafaq merah dan syafaq putih di pantai Boom Tuban. Kemudian dilanjutkan dengan kecemerlangan langit dan dilanjutkan observasi Fajar Shodiq," jelasnya.
Pria berkacamata ini menambahkan, mulai tahun 2021 ini Kanwil Kemenag Jatim beserta tim melakukan observasi secara rutin. "Jadi seharian bisa penuh mulai observasi hilal sampai gelapnya malam, kemudian kecemerlangan langit, dan diakhiri dengan observasi Fajar Shodiq," bebernya.
Lebih lanjut, Fauzi menerangkan bahwa Rukyat Syafaq untuk mengetahui kapan mulainya waktu Isya. "Hal ini menjadi sangat penting, karena waktu isya itu apakah dengan ketinggian -18 derajat yang selama ini kita pakai atau dalam istilah astronominya disebut Astromical Twillight," ujarnya.










