Ditembak, Jika Ada yang Usulkan Kembali Hubungan Baik dengan Tiongkok

Ditembak, Jika Ada yang Usulkan Kembali Hubungan Baik dengan Tiongkok Dahlan Iskan

SURABAYA, BANGSAONLINE.com Prof Dr Kishore Mahbubani, pakar ilmu sosial Singapura, mengajak masyarakat Amerika Serikat berpikir realistis dalam menghadapi Tiongkok. Menurut dia, Tiongkok tak bisa dihalangi untuk menjadi kekuatan nomor 1 dunia yang otomatis mengalahkan Amerika Serikat.

Dekan kebijakan publik Lee Kuan Yew School di Singapore National University itu juga menganggap percuma Amerika Serikat mengharapkan komunis lenyap dari Tiongkok. Menurut dia, kini di Amerika justru banyak universitas mengaji kesuksesannya.

Tapi, kata Mahbubani, kalau di Washington DC ada yang usulkan kembali berhubungan baik dengan Tiongkok, ia bisa ditembak orang.

Loh? Simak tulisan Dahlan Iskan, wartawan terkemuka itu di Disway, HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com, pagi ini, Senin 24 Mei 2021. Judul asli tulisan Dahlan itu: Kenyataan Baru. Selamat membaca:

SIAPA yang bisa menasihati Amerika? Mungkin tidak ada. Tapi guru besar ini mencobanya. Ia juga seorang diplomat hebat. Namanya: Prof Dr Kishore Mahbubani. Ia pernah menjabat ketua Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia duta besar Singapura untuk PBB –selama dua periode yang panjang. Ia lantas menjabat dekan kebijakan publik Lee Kuan Yew School di Singapore National University.

Dan Mahbubani adalah juga penggemar lagu-lagu India. Khususnya yang dinyanyikan oleh Mohamad Rafi –yang lagunya menghiasi ribuan film India. Rafi sampai mendapat gelar ''Penyanyi Abad Ini'' - -meninggal tahun 1980. Di umurnya yang relatif muda: 55 tahun. Sambil menulis ini pun saya mendengarkan lagu-lagunya Rafi itu.

(Prof Dr Kishore Mahbubani)

Mahbubani lahir di Singapura. Orang tuanya mengungsi dari India. Yakni saat terjadi kerusuhan masal yang hebat di India. Yakni saat tiba-tiba Inggris memisahkan Pakistan dari India. Tanggal 14 Agustus 1947. Penduduk yang Islam harus mengungsi ke wilayah yang disebut Pakistan. Yang Hindu harus pindah ke tanah yang disebut India. Dalam waktu satu hari. Sangat berdarah.

Profesor Mahbubani kini berumur 74 tahun. Masih sangat sehat dan segar. Sudah pula menulis 8 buku. Mengenai Amerika, Asia, Tiongkok, dan Singapura. Semuanya laris. Semuanya jadi pegangan para pengambil kebijakan di banyak negara.

"Kita harus membantu Presiden Joe Biden agar Amerika sukses," ujarnya dalam suatu Webinar internasional belum lama ini. Sampai sekarang video Webinar itu terus beredar luas. "Kita" yang ia maksud adalah para pemimpin Asia.

"Kalau sampai Biden gagal Donald Trump akan kembali," kata Mahbubani. Dan itu bencana bagi dunia.

Ia pun menasihati Amerika agar realistis. "Menghalangi Tiongkok menjadi kekuatan nomor 1 di dunia akan gagal. Pasti gagal," ujar Mahbubani.

Untuk apa Amerika punya niat seperti itu. Seperti tidak senang melihat orang lain maju.

Tiongkok sendiri tidak punya tujuan untuk menjadi nomor 1 di dunia. Tujuan utama Tiongkok adalah mengentas kemiskinan rakyatnya. Lalu memakmurkannya. Dan memajukan negaranya.

Hanya saja ketika tujuan itu tercapai secara otomatis Tiongkok menjadi kekuatan nomor 1 dunia.

Mahbubani juga menilai Amerika itu ingin komunisme lenyap dari Tiongkok.

Simak berita selengkapnya ...