Sabtu, 08 Mei 2021 19:32

APTI Jatim Siap Majukan Petani Tembakau

Sabtu, 10 April 2021 17:07 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Aan Amrulloh
APTI Jatim Siap Majukan Petani Tembakau
Suasana Musda III DPD APTI di Gedung Bung Tomo Pemkab Jombang.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Timur, menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Gedung Bung Tomo Pemkab Jombang, Sabtu (10/04/21).

Dalam musyawarah daerah tersebut, Kamudi terpilih sebagai Ketua DPD APTI Jatim. Pada forum tersebut juga dibacakan nama-nama struktur pengurus DPD APTI Jatim. Acara itu juga dihadiri 23 pengurus DPC APTI se-Jawa Timur. Hadir pula perwakilan dari Dinas Perkebunan dan Kehutanan Jatim. Kemudian Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, dan Wabup Sumrambah.

Dikatakan Kamudi, pihaknya siap memajukan petani tembakau di Jawa Timur. Namun demikian, ia berharap ada perhatian dari pemerintah terkait nasib petani. Sebab selama ini petani tembakau seperti anak kehilangan induknya.

"Duitnya diambil, tapi perhatian pemerintah tida ada. Semisal alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) khusus Jatim sebesar Rp 600 miliar. Nah, 15 persen dari jumlah tersebut digunakan untuk peningkatan kapasitas petani," usul petani asal Lamongan ini.

BACA JUGA : 

Tingwe Jadi Tren Anak Muda Pecandu Rokok di Masa Pandemi

Lindungi Petani Tembakau, Pemkab Sumenep Bentuk Raperda

Kunjungi BIN Cigar Jember, ​Wakil Ketua DPR RI Minta Ekonomi Kerakyatan Lebih Digiatkan Lagi

​Dewan Minta Gubernur Jatim Perjuangkan Revisi Kenaikan Cukai Rokok

"Jadi ada anggaran Rp 85 miliar untuk peningkatan kualitas petani. Kalau anggaran tersebut digunakan secara maksimal, maka bisa lebih memajukan petani tembakau di Jatim. Itu harapan kami dari APTI Jatim," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPN APTI (Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) Soeseno mengatakan, tembakau di Jawa Timur masih menjadi primadona. Lantaran Jatim merupakan penyuplai tembakau terbesar tingkat nasional.

"Produksi tembakau di Jatim sangat besar, mencapai 110 ribu ton per tahun. Jumlah tersebut merupakan 60 persen dari produksi tembakau nasional. Kalau petani tembakau Jatim mogok, maka industri rokok tidak ada atau tutup," jelasnya.

Masih menurut Soeseno, ke depannya tantangan organisasi APTI dan sektor pertembakauan akan semakin berat. Untuk itu, ia meminta agar jajaran pengurus APTI, utamanya di Jatim bekerja lebih giat dan bersemangat, memperkuat organisasi dan memperkuat sinergitas dengan seluruh pemangku kepentingan.

"Saya berharap, pengurus yang baru semakin baik dan solid. Organisasi ini perlu diperkuat oleh kepengurusan yang produktif dan berkesinambungan sehingga akan ada regenerasi dan sekaligus mewarisi kultur pertembakauan di Indonesia," pungkasnya.

Tembakau merupakan salah satu komoditi unggulan di Indonesia, yang mampu menyerap tenaga kerja, menyumbangkan cukai, dan pajak-pajak lain. Industri Hasil Tembakau (IHT) di Indonesia memiliki peran cukup besar terhadap penerimaan negara melalui pajak dan cukai.

Selain itu, kehadiran IHT juga memberi dampak positif lain, seperti penyerapan tenaga kerja, penerimaan dan perlindungan terhadap petani tembakau, dan dampak ganda yang lain.

Awal Mula Tarawih Cepat di Ponpes Hidayatullah Al Muhajirin Bangkalan
Jumat, 07 Mei 2021 23:44 WIB
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Ada fenomena yang selalu viral setiap Bulan Ramadan, yakni Salat Tarawih Cepat. Jika di Indramayu ada pesantren yang menuntaskan salat tarawih 23 rakaat dalam durasi hanya 6 menit, di Bangkalan juga ada pesantren ya...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 08 Mei 2021 09:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Genre baru persuratkabaran dimulai dari Singapura. Koran terkemuka di negeri singa itu mengubah diri menjadi not for profit. Perubahan drastis ini dilakukan setelah mengalami kemerosotan yang terus terjadi.Tapi apa beda...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...