Dari kiri, Mujiono, Purwanto, dan Suto Utomo saat menyegel pintu masuk PT. Jasa Tirta. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Merasa tidak diperhatikan oleh PT. Jasa Tirta, tiga orang warga Minggiran, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, menyegel pintu masuk lahan PT. Jasa Tirta yang digunakan untuk menyimpan besi tua.
Warga menilai PT. Jasa Tirta tidak pernah melibatkan warga Desa Minggiran untuk bisa bekerja di area penyimpanan besi tua tersebut. Termasuk saat pelelangan limbah besi tua. Karena itu, warga menuntut PT. Jasa Tirta memberikan kompensasi dari hasil lelang yang nilainya hampir Rp. 2,5 Miliar itu.
BACA JUGA:
- Job Fair Kediri 2025 Diserbu Ribuan Pencari Kerja, Ada Tawaran Magang ke Jepang
- Tak Ada Izin Operasional, PT TMM Harus Segera Angkat Kaki dari Kediri
- Satpol PP Kabupaten Kediri Tutup Permanen Perusahaan Beton Tak Berizin
- Diduga Gelapkan Uang Rp 106.880.000, Pemuda Banjaran Ditangkap Unit Reskrim Polsek Pare
Ketiga orang warga Minggiran yang melakukan aksi penyegelan tersebut adalah Purwanto, Suto Utomo, dan Mujiono. Sebelum melakukan penyegelan, mereka bertiga mendatangi pos keamanan untuk memberitahu petugas jaga terkait rencana penyegelan pintu tersebut.
Setelah sempat berdebat sebentar, ketiga orang tersebut lalu menutup dan mengunci pintu masuk serta memasang tulisan "PROYEK INI DISEGEL WONG MINGGIRAN". Akibat penyegelan itu, kendaraan roda empat dan kendaraan besar tertahan di depan pintu masuk. Kendaraan-kendaraan itu terparkir di pinggir Jalan Raya Kediri - Kertosono.
Purwanto, warga Desa Minggiran, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, menjelaskan penyegelan itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan karena PT Jasa Tirta tidak pernah memperhatikan warga sekitar.
"Termasuk masalah lelang besi tua yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tapi tiba-tiba muncul pemenang lelang dari Solo, Jawa Tengah," kata Purwanto usai menyegel pintu, Senin (1/3).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




