Pembalap kita adalah: dokter cum jenderal Terawan Putranto.
Johnson & Johnson menyalip Pfizer dan AstraZeneca, dengan penemuannya: cukup satu kali suntik. Pfizer sendiri menyalip Tiongkok-Sinovac dalam hal afikasi yang lebih tinggi: 95 persen.
BACA JUGA:Kunjungi HARIAN BANGSA & BANGSAONLINE, Santri MBI Amanatul Ummah Bakat Jadi Jurnalis dan Novelis
Kini Vaksin Nusantara-nya dokter Terawan akan menyalip di banyak tikungan sekaligus.
Mulai bulan Mei nanti. Tidak lama lagi.










