Senin, 10 Mei 2021 05:37

Ditalak Dua, Besoknya Suami Minta Hubungan Intim, Zinakah Saya?

Sabtu, 13 Februari 2021 10:12 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: .
Ditalak Dua, Besoknya Suami Minta Hubungan Intim, Zinakah Saya?
Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.

Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat.

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb. Kiai yang saya muliakan. Saya mau bertanya perihal talak. Satu ketika, suami saya menjatuhkan talak sampai dua kali. Setelah itu, besoknya, suami saya memaksa minta berhubungan badan. Karena dipaksa, saya akhirnya menyerah, meskipun dalam hati tidak mau.

Lalu sekarang apakah hubungan badan itu masuk zina atau menunjukkan rujuk? Saya sebenarnya tidak mau rujuk. Apakah saya berdosa jika saya sudah bulat tidak mau rujuk, dan memilih untuk pisah ranjang? Suami saya meminta rujuk setelah hubungan badan itu, tetapi saya menolak. Apakah talaknya sah pak?

BACA JUGA : 

Tanya-Jawab: Gaji Bulanan, Mobil, Motor, Rumah Apa Wajib Zakat?

Tanya-Jawab: Zakat Saya Ganti dengan Uang, Bagaimana Aturannya?

Iktikaf di Makam Sunan, Boleh Apa Syirik?

Tanya-Jawab Puasa: Pahala Salat Tarawih Setara Salat Wajib

(Isma, Batam)

Jawaban:

Wa'alaikumus salam wr. wb. Jika yang ibu maksud 'suami telah menjatuhkan talak dua kali' itu adalah talak diucapkan dua kali dalam satu waktu atau dalam waktu dan kesempatan yang berbeda, maka status ibu ketika itu sebagai "wanita tertalak raj'i" = wanita tercerai yang mantan suami. BOLEH RUJUK, dengan ketentuan rujuk itu dilakukan pada masa iddah.

Rujuk sebaiknya dilakukan dengan ucapan mantan suami: "Saya merujuk kamu," atau langsung mencium, meraba... atau... bersetubuh.

Tindakan mantan suami seperti itu dengan niat rujuk. Mengingat rujuk tidak perlu akad nikah baru, hanya melanjutkan atau menyambungkan akad nikah yang pernah terjadi. Walaupun ibu tidak mau rujuk, itu tidak bisa membatalkan rujuk.

Ibu tidak memiliki hak menolak. Hak rujuk itu mutlak di tangan suami. Karena itu, ibu berdosa jika membangkang pada kemauan suami. Selama kemauan suami tersebut dalam batas hubungan keluarga yang diperkenankan oleh hukum Islam.

Jika sudah terjadi talak tiga, maka suami tidak boleh rujuk dan ibu punya hak untuk menolak suami kembali (rujuk). Karena itu, saya sarankan, setelah "rujuk tersebut" ibu kembali menjalani hubungan suami-istri secara normal, dengan ketentuan baik suami maupun istri berusaha bisa menyesuaikan diri, agar suasana keluarga menjadi rukun, harmonis, dan penuh rasa cinta kasih.

Selamat, semoga berkah dan manfaat! Wallahu a'lam.

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 10 Mei 2021 05:19 WIB
Oleh: Dahlan Iskan---LEBARAN kompak: hari Kamis, 13 Mei 2021. Maka, Disway edisi Rabu, Kamis, Jumat di sekitar Lebaran itu, saya akan menurunkan tiga tulisan tentang kebijakan energi untuk kebangkitan negeri.Lebaran tahun ini banyak waktu untuk memba...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...