Ombudsman Temukan Sejumlah Masalah Vaksinasi COVID-19 di Surabaya

Penyebab lainnya adalah kurang aktifnya kelompok sasaran calon penerima vaksin untuk datang sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

"Penyebab lainnya yang tak kalah penting adalah kurang sinkronnya data calon penerima vaksin yang diperoleh fasilitas kesehatan sebagai penyelenggara. Karena beberapa di antara data yang masuk, terdapat calon penerima vaksin yang merupakan penyintas. Bahkan beberapa lainnya ditemukan telah melakukan vaksinasi di tempat lain," terang Agus, Senin (1/2/2021).

Selain itu, Ombudsman juga menemukan sarana penunjang di beberapa fasilitas kesehatan yang meliputi ruang tunggu calon penerima vaksin dan pasca menerima vaksin dalam keadaan terbatas. Beberapa di antara fasilitas kesehatan juga melakukan penggabungan dan jumlah kursi di ruang tunggu lantaran sangat sedikit. Keadaan itu jelas menganggu pelaksanaan vaksinasi di Surabaya.

Temuan tersebut diperoleh Ombudsman Jawa Timur melalui sidak ke beberapa fasilitas kesehatan penyelenggara di Kota Surabaya sejak Kamis (28/1) kemarin. Sidak ini dilakukan di 10 fasilitas kesehatan, antara lain 1 rumah sakit milik Pemerintah Kota Surabaya, 9 lainnya di puskesmas Kota Surabaya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: