Bupati Tulungagung Maryoto Birowo saat melantik pengurus APSAI.
TULUNGAGUNG, BANGSAONLINE.com - Langkah Kabupaten Tulungagung untuk menjadi Kota Layak Anak (KLA) semakin lapang setelah mengukuhkan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI). Kehadiran APSAI di Tulungagung bisa melengkapi langkah mereka untuk menata semua kesejahteraan bagi anak-anak.
Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA Leny N Rosalin mengaku gemberi melihat komitmen Kabupaten Tulungagung dalam memberikan banyak fasilitas bagi anak. Ia mengatakan, posisi Tulungagung saat ini di KLA berada dalam tiga kabupaten di Jatim yang mendapat kategori Nindya.
BACA JUGA:
- Semarak Hari Jadi Tulungagung ke-820, Ada Kirab Budaya Bersih Nagari
- Bupati Tulungagun Dorong Profesionalisme Perangkat Desa, Janjikan Kenaikan Siltap dan JHT
- Ribuan Warga Ikuti Apel Jogo Tulungagung, Teguhkan Komitmen Tolak Anarkisme
- Bupati Tulungagung Apresiasi Turnamen Esport MLBB Piala Riski Sadig 2025 yang Digelar BANGSAONLINE
“Kalau melihat komitmen saat ini, Kabupaten Tulungagung bisa segera naik peringkatnya, dari Nindya ke Utama,” kata Leny di sela-sela Advokasi dan Pelantikan Pengurus APSAI Tulungagung, Rabu (16/12).
Ia melanjutkan, dengan dilantiknya APSAI di Tulungagung bisa menjadi kontribusi nyata bagi anak-anak. Semua upaya serupa juga dilakukan di kabupaten atau kota di Indonesia untuk terus menjaga hak anak serta kesejahteraan mereka. “Kami optimis kabupaten atau kota layak anak bisa dicapai semua pada 2030,” jelasnya.
Leny menambahkan, komitmen nyata itu terlihat ketika ada 271 desa di Tulungagung menjadi kawasan layak anak. Semua ini menjadi menarik dan kuat ketika dimuai dari kawasan yang paling dasar. “Ini tentu saja menarik, karena di desa-desa sudah dimulai dari hal yang paling dasar,” imbuhnya.
Selebihnya, kata Leny, Kabupaten Tulungagung tinggal melengkapi kebijakan yang belum terealisasi dengan sempurna dari klaster yang perlu dipertajam. Salah satunya optimalisasi akta kelahiran.
“Tulungagung sudah 95% lebih untuk akta kelahiran, tinggal disempurnakan lagi menjacapai 100%, jadi tinggal 5% saja yang digenjot,” katanya.
Keberadaan APSAI, lanjutnya, bisa memberikan manfaat besar bagi anak, termasuk di Tulungagung. Pasalnya, dunia usaha akan berinteraksi dengan anak-anak serta membawa dampak bagi mereka. Kalau diteliti, anak-anak menjadi stakeholder perusahaan.
“Mereka bisa menjadi konsumen, anggota keluarga dari karyawan itu juga punya anak-anak. Selanjutnya, anak-anak ini 10-30 tahun ke depan akan menjadi pekerja muda masa depan yang nantinya juga bisa memimpin perusahaan itu. Serta anak adalah bagian warga dari masyarakat, di mana perusahaan melakukan bisnisnya,” jelasnya.
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, berbagai masukan dan upaya dilakukan untuk penyempurnaan di masa-masa mendatang. Saat ini jumlah anak di Tulungagung berusia di bawah 18 tahun mencapai 26% dari total penduduk. Dengan proporsi anak yang besar, maka program urgensi anak sangat potensial untuk terus dilakukan.
“Isu strategis misalnya stunting, angka kematian bayi yang cenderung fluktuatif, kekerasan anak dan serta kami memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk anak dalam berkembang,” katanya.






