"UMKM juga menyumbang ekonomi saat resesi ekonomi. UMKM menyerap tenaga kerja 97 persen secara nasional dan Sidoarjo sekitar 93 persen. Sisanya 7 persen pabrikan. Kami berharap UMKM tidak dihambat usaha dan perizinannya, jangan dipersulit dan dicari-cari kesalahannya," tegas mantan anggota DPR RI ini.
BHS juga berharap nantinya dinas terkait lebih serius membantu memasarkan produk-produk UMKM Kota Delta. Baik pemasaran offline maupun online. "Pemkab harus membantu pemasaran produk-produk UMKM baik online maupun offline. Misalnya seluruh produk UMKM di-display di lapak online milik pemkab," pintanya.
BHS lalu mencontohkan kerajinan tas yang ditekuni Ny Tutik dan Ny Nanik, warga Desa Pangkemiri. Sebab usaha rumahan sudah mampu menyerap tenaga kerja dari warga setempat. Tenaga kerja itu bahkan terdapat janda. Juga pelajar yang bekerja sambilan untuk membeli pulsa sebagai sarana belajar daring saat pandemi Covid-19.
"Termasuk kesulitan permodalan harus dibantu. Kalau saya diamanahi memimpin Sidoarjo, maka masalah permodalan untuk UMKM akan saya kawal. Apalagi, Pak Jokowi sudah menggelontorkan Rp 190 Triliun melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM di seluruh Indonesia," tegas alumni ITS Surabaya ini.










