Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki secara simbolis menyerahkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BANPRES – PUM).di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Rabu (30/9) siang. foto: ist/ bangsaonline.com
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - UMKM di Jatim akhirnya bisa bernapas lega di masa pandemi Covid-19. Pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UMKM RI, memberikan bantuan kepada 1,1 juta UMKM di Jatim, yaitu Program Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BANPRES – PUM).
BANPRES - PUM merupakan upaya pemerintah pusat sebagai langkah pemulihan ekonomi nasional selama masa pandemi Covid-19 di Indonesia. Secara keseluruhan, ada sekitar 9,78 juta UMKM yang ada di Jatim.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
Dari jumlah tersebut diharapkan ke depan Jatim memperoleh kuota 2 juta UMKM yang memperoleh BANPRES - PUM.
"Kemudian, kami laporkan ke presiden, bahwa 54 persen PDRB Jatim di support oleh UMKM, di mana membutuhkan support lebih dari pemerintah. Maka kami mengajukan permohonan agar ada bantuan tambahan, semoga dapat di-support 2 juta bantuan presiden Produktif Usaha Mikro (PUM)," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima Kunjungan Kerja Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Rabu (30/9) siang.
Dengan tingginya angka tersebut, Gubernur Khofifah menyebut sebagai modal sosial sekaligus modal ekonomi yang cukup besar untuk menopang perekonomian berbasis kerakyatan di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah menjelaskan, masyarakat Jatim memiliki kreativitas dan inovasi yang luar biasa. Dengan adanya BANPRES - PUM secara tidak langsung membuka pasar bagi UMKM untuk mengembangkan usahanya. "Hal ini menjadi penguatan bagi pergerakan ekonomi di Jatim. Tentu berseiring dalam rangka mengendalikan Covid-19," tambahnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




