"Terima kasih kepada Tuhan yang Maha Kuasa, karena saya diberi Pak Kapolres dan Pak Dandim yang solutif dan luar biasa. Ini penting saya sampaikan karena bagaimana saya menangani Covid-19 ini tanpa Pak Dandim dan Pak Kapolres yang tentu akan sangat berat sekali. Sekuat tenaga kita juga kita kerahkan untuk penanganan Covid-19 ini," ujarnya.
Wali Kota yang akrab disapa Mas Abu ini juga menuturkan selain fokus pada penanganan Covid-19, Pemerintah Kota Kediri juga fokus dalam menggerakkan perekonomian di Kota Kediri. Misalnya, seperti memesan masker tenun ikat dan penjahitnya pun harus di Kota Kediri.
"Perekonomian di Kota Kediri memang melambat. Tapi saya baca laporannya yang masuk di Bu Gubernur, perekonomian kita termasuk bagus di Indonesia karena PAD kita di atas 50 persen yang berhasil kita ambil. Di daerah lain, ada yang hanya 20 persen bahkan 18 persen. Artinya, bahwa penanganan Covid-19 di Kota Kediri dan perekonomiannya bisa kita kendalikan. Inflasi pun masih bisa kita pertahankan supaya harganya tidak melonjak tinggi. Memang ada beberapa hal yang harus diselaraskan, yaitu mengedukasi masyarakat agar perekonomian mereka berjalan tetapi penularan Covid-19 bisa terus dikendalikan," ungkapnya.
Mas Abu berharap, dengan adanya Inpres Nomor 6 Tahun 2020 ini masyarakat yang sudah terus diberikan edukasi ini dapat semakin disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.










