"Alhamdulilah, kabar baik terus datang bagi masyarakat Jatim. Jumlah kesembuhan semakin bertambah. Bahkan, jumlah persentase kesembuhannya mampu melebihi nasional dan internasional. Dengan kerja keras dan dedikasi semua pihak kita optimis Jatim InsyaAllah akan bisa segera bangkit dan merdeka dari pandemi Covid-19," ungkap Gubernur Jatim yang akrab disapa Khofifah ini di Gedung Grahadi, Surabaya, Sabtu (14/8).
"Dengan pencapaian yang baik ini, saya terus berharap Jatim bisa mempertahankan jumlah naiknya tren kesembuhan diikuti dengan turunnya kasus aktif yang masih dirawat dan kematian. Terima kasih sekali lagi pada tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta para relawan dan masyarakat yang terus ikut kerja keras melawan Covid-19 di Jatim," pungkasnya.
Selain kesembuhan yang tembus 20 ribu orang, Mantan Mensos RI tersebut juga menjelaskan bahwa Jawa Timur sebagai penyumbang ekonomi terbesar nomer dua di Pulau Jawa juga menunjukkan kontraksinya dalam kuartal II ini terendah di Pulau Jawa, yakni 5,9%. Di sisi lain, Realisasi Investasi Jawa Timur di semester 1 ini tumbuh 59,2% Y o Y angka ini jauh lebih tinggi dari angka Nasional yang sebesar 1,8%. Selain itu, Jawa Timur juga berhasil menekan angka PHK di mana survei dari SMRC menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki angka PHK yang terendah di pulau Jawa, yakni hanya 4%.
Semua pencapaian ini menunjukkan bahwa Jawa Timur sudah bergerak sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo, di mana gas dan rem antara kesehatan dan ekonomi harus diperhatikan betul-betul. Pencapaian antara kesehatan dan ekonomi terus diseimbangkan sehingga masyarakat Jawa Timur tidak terpapar corona dan tidak terkapar karena PHK. Seluruh elemen akan terus bahu-membahu untuk melakukan lompatan mengatasi krisis kesehatan dan krisis ekonomi.










