Rabu, 02 Desember 2020 04:36

​Kurva Pandemi Makin Tinggi, PKS Jatim Minta Kader dan Masyarakat Adaptasi Kebiasaan Baru

Minggu, 28 Juni 2020 12:13 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M Didi Rosadi
​Kurva Pandemi Makin Tinggi, PKS Jatim Minta Kader dan Masyarakat Adaptasi Kebiasaan Baru
Ketua Umum DPW PKS Jatim, Irwan Setiawan saat video conference dengan pengurus PKS se-Jatim. (foto: ist).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur meminta masyarakat untuk meningkatkan disiplin dalam menaati protokol kesehatan agar tercegah dari penularan Covid-19. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPW PKS Jatim, Irwan Setiawan menyikapi data pemerintah tentang Jawa Timur sebagai provinsi tertinggi dalam kasus positif dan kematian akibat Covid-19.

"Kami instruksikan semua pengurus dan kader di Jatim untuk meningkatkan disiplin dalam protokol kesehatan. Kita masih berada pada situasi pandemi. Jangan terjebak pada istilah normal atau new normal. Faktanya, Jatim menjadi pusat pandemi saat ini. Maka melindungi diri, keluarga, dan masyarakat sekitar kita dari wabah ini menjadi penting," ujar Irwan melalui video conference, Minggu (28/6/2020).

Hal tersebut disampaikan Irwan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Unit Pembinaan dan Pengkaderan Anggota (UPPA) PKS se-Surabaya Raya. Rakor tersebut dilakukan secara daring dan diikuti ratusan Ketua UPPA dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Irwan meminta pengurus, kader PKS, dan warga Jawa Timur untuk tidak membuat kerumunan atau keramaian yang tidak perlu. "Sebisa mungkin di rumah saja. Itu paling aman. Jika pun harus keluar untuk yang penting saja. Misalnya bekerja atau belanja. Setelah selesai langsung kembali ke rumah dan langsung mandi. Seluruh pakaian dan perlengkapan dicuci bersih," jelas Irwan.

Saat di luar, lanjut Irwan, wajib memakai masker yang bersih. "Kami tidak merasa malu dan bosan untuk terus mengingatkan perlunya memakai masker ini dengan benar. Tutupi hidung dan mulut. Jangan ditaruh dagu atau leher. Ini kan untuk menjaga diri kita dan juga orang lain. Jangan bandel. Ojo ngeyelan. Dan meskipun sudah memakai masker, tetap jaga jarak aman dua meter," katanya sambil merentangkan tangan.

Selain itu, imbuh Irwan, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan pakai sabun. "Lakukan mencuci tangan dengan benar. Dengan sabun atau hand sanitizer. Sesering mungkin. Terutama setelah menyentuh benda dari luar atau yang disentuh banyak orang," tutur suami Dyah Pelitawati itu.

Irwan juga mengajak untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan tidur yang cukup, olahraga ringan dan makanan bergizi. "Jam 9-10 malam sudah harus tidur, gak usah begadang. Tiap pagi olahraga. Habis subuh saat kondisi sepi. Hindari keramaian. Olahraga yang ringan saja asal rutin. Sekaligus mendapat sinar matahari. Makan dijaga yang bergizi saja, meskipun sederhana. Tidak usah neko-neko. Jika ada bisa ditambah vitamin dan suplemen kesehatan," paparnya.

"Kebiasaan hidup seperti inilah yang harus kita lakukan untuk tetap selamat dari wabah. Beradaptasilah agar kita bisa survive sebagai masyarakat secara keseluruhan. Adaptasi dengan Kebiasaan Baru (AKB). Saya yakin kita semua bisa," ujar Irwan optimis.

"PKS Jatim mengapresiasi langkah pemprov melakukan intervensi dengan membentuk Tim Gabungan Forkopimda Jawa Timur dan Gugus Tugas Surabaya Raya. Kami berharap pemerintah terus meningkatkan tensi penanganan wabah ini. Sebab, kurva pandemi masih terus naik. Saya yakin pemerintah dan juga kita, tidak akan menyerah. Karena itu semua pihak harus terlibat sesuai dengan peran masing-masing," pungkas Irwan. (mdr/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...