Senin, 10 Agustus 2020 22:53

Meski Akhir Juni Pembangunan Rampung, Stadion Gejos Belum Bisa Diisi Pasien

Minggu, 28 Juni 2020 10:09 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Meski Akhir Juni Pembangunan Rampung, Stadion Gejos Belum Bisa Diisi Pasien
Stadion Gejos di Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas. (foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE).

GRESIK, BANGSAONLINE.com - DPRD Gresik mempertanyakan progres pemanfaatan Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) yang akan dijadikan tempat observasi dan rehabilitasi pasien Covid-19. Mengingat, jumlah pasien Covid-19 di Kota Pudak hari demi hari tak menunjukkan tren penurunan, justru sebaliknya terus naik signifikan.

"Kami patut mempertanyakan progres pembangunan ruang observasi dan rehabilitasi pasien Covid-19 di Stadion Gejos, mengingat kasus positif Covid-19 hari demi hari terus naik," ujar Ketua Fraksi Nasdem DPRD Gresik, Musa kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (28/6/2020).

Sebelumnya, Pemkab Gresik memutuskan untuk memanfaatkan Stadion Gejos sebagai tempat observasi dan rehabilitasi pasien Covid-19 dikarenakan rumah sakit (RS) yang ditunjuk pemerintah sebagai RS rujukan sudah overload (penuh). Misalnya RS Ibnu Sina yang berada di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, RS plat merah terbesar milik Pemkab Gresik itu sudah lama overload.

"Jadi, RSUD ini sudah lama overload, termasuk sejumlah RS rujukan lain, makanya pemerintah membuat terobosan memanfaatkan Stadion Gejos sebagai ruang observasi dan rehabilitasi Covid-19," ungkap Anggota Komisi IV ini.

Musa mengungkapkan, dari data yang masuk ke komisinya menunjukkan bahwa penambahan jumlah pasien Covid-19 setiap harinya tak berbanding lurus dengan pasien yang sembuh dan diizinkan pulang. "Jumlah yang positif lebih banyak ketimbang yang sembuh. Sehingga, makin banyak ruang isolasi yang dibutuhkan," paparnya.

Tercatat, hingga Sabtu (27/6/2020), jumlah positif Covid-19 sudah tembus 605 orang, dengan rincian 61 orang meninggal dunia, 80 orang sembuh, dan 464 orang masih dalam perawatan.

Kemudian, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 533 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1.342, Orang Dalam Risiko (ODR) 1.148, dan Orang Tanpa Gejala (OTG) 310.

"Dilihat dari tren kenaikannya sangat signifikan, makanya Pemkab Gresik harus cepat lakukan antisipasi," terang Sekretaris DPD Nasdem Gresik ini.

"Rencana awal, di Stadion Gejos nantinya akan ada 130 ruang yang bisa digunakan untuk perawatan pasien Covid-19 baik untuk observasi maupun rehabilitasi," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik, Gunawan Setijadi mengungkapkan bahwa ruangan observasi dan rehabilitasi pasien Covid-19 yang dibuat di Stadion Gejos saat ini masih dalam proses penyiapan. "Diperkirakan ruang baru siap 29 Juni 2020," ujar Gunawan didampingi Kabag Humas dan Protokol, Reza Pahlevi.

Gunawan mengatakan saat ini pengerjaan ruang observasi dan rehab sedang dikebut agar bisa selesai tepat waktu, "Kami tengah mengerjakan sekat-sekat antarruangan," paparnya.

Menurutnya, ruangan bisa selesai dan siap akhir bulan Juni, namun masih perlu adanya penambahan sesuai standar kesehatan, misalnya penyedot udara. Setelah ruangan selesai dikerjakan, nantinya Stadion Gejos akan diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik.

"Dinkes Gresik yang akan meneruskan kesiapannya dengan menambahkan sejumlah peralatan medis. Kami pastikan meski akhir Juni pembangunan rampung, Stadion Gejos belum bisa diisi pasien positif Covid-19, karena hanya ruangan yang selesai akhir bulan ini," pungkasnya. (hud/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 10 Agustus 2020 20:48 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tidak tanggung-tanggung, Pemkab Ngawi telah menyiapkan anggaran dari APBD senilai Rp 9,1 miliar untuk membuat area yang digadang-gadang akan menyerupai kawasan Malioboro Jogja.Budi Sulistyono, Bupati Ngawi melakukan pen...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...