Kenapa mereka harus diturunkan agak jauh dari pondok? Menurut Kiai Asep, mereka harus melalui proses pemeriksaan. “Mereka juga harus membawa surat hasil rapid test dari rumah masing-masing,” kata mantan ketua PCNU Kota Surabaya itu.
Tapi para ahli kesehatan menilai tak cukup surat dokter dari rumah, karena mereka di perjalanan juga rawan terpapar Covid-19? “Kita siapkan sekitar 20 dokter di pondok,” kata Kiai Asep yang ketua umum Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.
Para dokter itu alumni Amanatul Ummah yang dulu dapat beasiswa atas upaya pondok pesantren yang diasuh Kiai Asep. “Jadi mereka memang ada kewajiban untuk mengabdi di Amanatul Ummah,” kata Kiai Asep.
Menurut Kia Asep, pihak pondok pesantren juga menyiapkan dua ruang isolasi. “Ini bukan untuk Covid-19, tapi takut ada yang sakit. Ya sakit biasa,” kata Kiai Asep. Bahkan, tutur Kiai Asep, kini ia juga telah membeli dua mobil ambulans untuk antisipasi santri sakit.










