Sampai di tempat uji cepat, Said tampak masih kesal. Saat ditanya petugas, dia menjawab sekenanya. "Rapid test gak oleh sangu ae (tidak dapat uang saku)," terangnya.
Sebanyak 140 warga Desa Wonocolo, Rabu (3/6/2020) siang tadi menjalani rapid test. Pemeriksaan kesehatan itu dilakukan untuk melihat penyebaran Covid-19. Pasalnya, tingkat pertumbuhan Covid-19 di Desa Wonocolo terbilang tinggi. Hingga saat ini, sebanyak 23 orang terkonfirmasi positif Covid-19.
Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Sumardji menjelaskan, rapid test tersebut menyasar warga dan pedagang. Jumlah alat uji cepat yang disiapkan mencapai 300 alat. Namun yang terpakai, hanya 140 alat. "Banyak yang enggan menjalani rapid test," jelasnya.











