Jumat, 14 Agustus 2020 17:49

Anak di Bawah Umur Anggota Komplotan Begal di Jember akan Ditempatkan di Sel Khusus

Selasa, 02 Juni 2020 14:51 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Hatta
Anak di Bawah Umur Anggota Komplotan Begal di Jember akan Ditempatkan di Sel Khusus
Pembimbing Kemasyarakatan Muda Bapas Jember se-Karesidenan Besuki, Didik Rudi Suhartono.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Di antara keenam pelaku komplotan begal yang ditangkap Polres Jember beberapa waktu lalu, ada yang masih di bawah umur. Nantinya, untuk pelaku tersebut akan dilakukan penahanan di sel khusus anak. Namun, karena tindakannya dengan ancaman pidana di atas 7 tahun, maka dirinya akan tetap menjalani persidangan.

Diketahui komplotan begal yang pernah beraksi di 15 titik lokasi itu, berinisial AGN (18), RAA (18), MM (17), UVA (17), S (35), dan MAS (21). Semuanya warga Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.

"Kepada yang mengalami persoalan hukum (untuk anak), tidak boleh kita menyebutnya tersangka, tapi disebut anak pelaku, atau anak yang berkonflik hukum," kata Pembimbing Kemasyarakatan Muda Bapas Jember se-Karesidenan Besuki, Didik Rudi Suhartono saat di Mapolres Jember, Selasa (2/6/2020).

Pria yang akrab dipanggil Didik ini menjelaskan bahwa yang masuk dalam kategori anak pelaku atau anak yang berkonflik hukum ini, adalah di atas 12 tahun dan di bawah 18 tahun.

"Jika ancaman hukumannya di atas 7 tahun, maka lanjut di persidangan, tapi jika di bawah 7 tahun, bisa dilakukan upaya diversi, yaitu tidak menempuh peradilan tetapi diselesaikan secara kekeluargaan, dan mempunyai kekuatan hukum tetap untuk diajukan ke pengadilan," katanya.

Didik juga menjelaskan, karena ancaman hukumannya untuk kasus pembegalan ini adalah di atas 7 tahun, maka pelaku yang masuk kategori anak ini tetap akan menjalani persidangan.

"Tapi saat dilakukan penahanan, akan ditempatkan di sel khusus anak, tidak boleh dicampur dengan dewasa. Karena anak ini punya hak berkembang, dan diperlakukan lemah lembut agar tidak menimbulkan trauma, bahkan saat disidik petugas tidak boleh berseragam," ujarnya.

Hal ini diatur di Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

"Ada kurang lebih 18 kasus pidana anak selama setahun ini di Jember yang masuk proses persidangan. Sesuai aturan perundang-undangan akan dilakukan sesuai SPPA itu," pungkasnya. (ata/yud/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...