Perusahaan terpaksa merumahkan karyawan. Pasalnya, kondisi keuangan pabrik tengah diliputi krisis. Alhasil, pekerja yang menjadi korban.
Menurut Tri, karyawan mengandalkan gaji dari perusahaan untuk kehidupan sehari-hari. Nah, ketika dirumahkan, mereka tidak mendapatkan pemasukan. "Untuk makan saja sulit," ujarnya.
Keluhan itu ditampung. Lantas dia mengajak sejumlah warga menggelar pertemuan. Hasilnya, tercetus ide. Mendirikan kampung tangguh semeru. "Kami buat dapur umum," paparnya.











