Selasa, 02 Juni 2020 22:08

Ironi Konflik Terbuka Thoriq-Sehan, Khofifah-Risma, di Tengah Covid-19

Kamis, 14 Mei 2020 10:43 WIB
Editor: MMA
Ironi Konflik Terbuka Thoriq-Sehan, Khofifah-Risma, di Tengah Covid-19
foto: istimewa

Oleh: Firman Syah Ali

Saat ini rakyat negara-negara se dunia sedang menderita multi dimensi akibat serangan wabah maut dari kota Wuhan yang bernama Covid-19. Namun ada beberapa pejabat dan pemimpin yang tidak peka terhadap penderitaan rakyatnya, penampilan mereka di media publik sama sekali tidak membuat rakyat merasa tenang tenteram dan damai. Sebagian pejabat dan pemimpin bertengkar secara terbuka di media memperisrjuangkan ego dan kepentingan politiknya masing-masing.

Sebut saja Bupati Lumajang H Thoriqul Haq yang bertengkar secara terbuka dengan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Salim Lanjdar, sama sekali tidak mendidik dan tidak peka bencana. Meminjam teori dramaturginya Erving Goffman kita tahulah apa yang terjadi di belakang panggung jauh berbeda dengan apa yang tampak di muka panggung.

Bupati BOLTIM Sehan Salim Landjar merupakan kader PAN, Partai yang didirikan oleh tokoh Muhammadiyah dan kini mayoritas penghuninya adalah warga Muhammadiyah. Serangan Bupati Sehan terhadap Menteri rupanya tepat mengena di jantung Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi KH Abdul Halim Iskandar yang merupakan kakak kandung icon PKB KH Abdul Muhaimin Iskandar. PKB merupakan Partai yang didirikan oleh tokoh NU dan kini mayoritas penghuninya adalah warga NU.

Bupati Lumajang H Thoriqul Haq yang merupakan kader PKB jelas langsung langsung ngegas membela Mendes PDT Trans yang merupakan majikannya di PKB. Anomali terjadi ketika Ketua Umum PP GP Ansor KH Yaqut Cholil Qoumas bersiul di twittwe bahwa keduanya sama-sama aktivis GP Ansor, baguslah, pertengkaran langsung reda. Itulah panggung belakang dari pertengkaran Bupati Lumajang Vs Bupati Boltim.

Sekarang kita beralih ke Kota Surabaya, kombinasi perang dingin dan perang terbuka antar kepala Daerah juga terjadi di sini. Wali Kota Tri Rismaharini tampak selalu membleyer Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa, Otomatis Ketua Umum PP Muslimat NU tidak tinggal diam. Marwah provinsi Jatim dan marwah dirinya sebagai personifikasi NU wajib dibela. Meminjam istilah Mas Dhimam Abror Djuraid, Hj Tri Risma Harini dan Hj Khofifah Indar Parawansa sama-sama singa betina, perempuan kuat, Iron Ladies ala Margaret Thatcher, super women.

Ibu Risma sudah membuktikan diri sebagai perempuan kuat. Sepuluh tahun ia bekerja sendiri tidak butuh wakil wali kota. Pak Bambang DH hanya betah beberapa bulan saja menjadi wakil Risma.

Pak Whisnu Sakti Buana sama sekali tidak sakti begitu menjadi wakil Risma. Pak Wisnu tak punya peran, lalu diam-diam membangun kekuatan melalui partainya, PDIP. Tapi manuver ini ketahuan dan sekarang Pak Whisnu dipereteli kekuatannya di PDIP.

Di sisi lain, Bunyai Khofifah sudah terbukti dan teruji kecerdikan dan kecerdasannya dalam berpolitik. Jam terbangnya tinggi dan manuver-manuvernya canggih.

Ia terbukti sukses mengalahkan Gus Ipul yang sepuluh tahun mempersiapkan diri. Sepuluh tahun Gus Ipul nglakoni tirakat politik menjadi wakil gubernurnya Soekarwo.

Di detik-detik akhir yang krusial Khofifah menyalip di tikungan dan mendapatkan dukungan dari Pakde Karwo. Tinggallah Gus Ipul sekarang menikmati "Ngopibareng" di "Pertapaan Pintu Langit", alias bertapa.

Dalam pandangan saya, Ibu Risma ini memang agak overakting, sering beliau melawan kebijakan atasannya, misalnya saat Pemerintah Pusat menyerahkan kewenangan pengelolaan SMA, SMK dan PKPLK dari tangan Pemkab/Pemkot ke tangan Pemprov, Ibu Risma tegas menolak dan melawan. Sering juga Ibu Risma memarahi anak buahnya secara terbuka dan diliput oleh media.

Menurut saya itu kurang bagus dalam tata kelola pemerintahan, sebab manajemen pemerintahan kota surabaya itu urusan internal Bu Risma berserta para stafnya, Publik tidak perlu tahu proses pertengkaran Bu Risma di situ, publik hanya perlu tahu hasil administrasi keadilan yang dilakukan Bu Risma.

Saat ini kita hidup di era Republik bukan era kerajaan, kepala daerah manapun tidak perlu menunjukkan dirinya alergi kritik, kepala derah bukan nabi, bukan ma'shum, manusia biasa, bersikaplah tenang dan terbuka terhadap peluru kritik yang datang berhamburan.

Oke kembali ke laptop, besar harapan rakyat kecil agar para pemimpin memperbesar unjuk karya dalam situasi krisis ini, rakyat sangat menderita, mereka butuh karya nyata para pemimpinnya. Jangan malah unjuk rasa yang ditampilkan, rasa marah, rasa kesal, rasa kecewa, rasa tersinggung dan rasa-rasa lainnya. Kalaupun rakyat mau dipameri unjuk rasa para pejabat dan pemimpin, sebaiknya rasa sayange rasa sayang-sayange saja, agar penderitaan rakyat di era pandemi sedikit terobati.

Penulis, pelakon tirakat birokrasi di sebuah tempat pertapaan Pamekasan Madura

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Senin, 01 Juni 2020 12:19 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<...