Selasa, 02 Juni 2020 21:59

Tanya Jawab: Shohih-kah Hadis Orang Puasa Tidur Itu Ibadah?

Senin, 11 Mei 2020 10:17 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Tanya Jawab: Shohih-kah Hadis Orang Puasa Tidur Itu Ibadah?
Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.

>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<

Tanya:

Assalamu alaikum wr wb. Pak Kiai, apakah hadis yang menyebutkan bahwa tidur pada waktu puasa itu merupakan ibadah adalah hadis shahih? Mohon penjelasannya, sebelumnya terima kasih. (Fikri, Tempeh, Lumajang)

Jawab:

Memang terdapat hadis yang berbunyi seperti itu, dan secara lengkap hadis itu dilaporkan oleh Abdullah bin Abi Aufa al-Aslami bahwasanya Rasul bersabda:

“Tidurnya orang puasa itu ibadah, diamnya itu tasbih, doanya pasti dikabulkan dan amal kebaikannya dilipatgandakan”. (Hr. Baihaqi:3939)

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam kitabnya Syuab al-Iman. Dan beliau pada saat menuliskan hadis ini juga mengomentarinya bahwa hadis ini hukumnya dha’if. Sebab setelah beliau menuliskan hadis tersebut secara lengkap dengan sanadnya, beliau berkomentar dengan kata-kata:

“Di antara perawi hadis ini adalah Makruf bin Hasan itu da’if dan Sulaiman bin Amr al-Nakho’i itu lebih lemah dari Makruf”. (Syuab al-Iman juz 3 hal 415)

Al-Iraqi ketika mentakhrij kitab Ihya’ Ulumu al-Din menjelaskan bahwa Sulaiman al-Nakho’i itu termasuk para pendusta. (Takhrij Ihya’ Ulumuddin: Juz 1 Hal 310) al-Munawi juga melemahkannya dalam kitab al-Faid al-Qadir.

Maka dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa para ulama memandang hadis tentang tidurnya orang berpuasa adalah ibadah itu dha’if atau lemah. Namun, memang ada beberapa ulama yang membolehkan melaksanakan hadis-hadis da’if ini dengan beberapa syarat, di antaranya: (1) hadis itu bukan masalah hukum, tapi tergolong masalah fadail al-a’mal. (2) hadis itu tidak terlalu lemah (3) dalam melaksanakan hadis ini tidak meyakini kebenarannya dari Rasul SAW.

Saya juga memberikan hukum kepada hadis ini dengan predikat lemah atau dhaif setelah dilakukan penelusuran kepada rawi-rawinya. Namun, dengan kelemahan hadis ini juga masih dapat dibuat penyemangat bagi umat Islam dalam menghidupkan bulan suci Ramadhan, tapi dengan catatan harus dengan pemahaman yang benar.

Dari penggalan hadis ini, orang-orang banyak memahami bahwa orang puasa yang tidur saja sudah dianggap ibadah, kenapa harus melakukan ibadah-ibadah yang lain. Toh, cukup dengan tidur sudah dianggap ibadah. Akibatnya, pemahaman seperti ini melemahkan dan melunturkan semangat umat dalam beramal kebaikan.

Pemahaman yang benar dan penuh motivasi adalah, bahwa orang yang tidur pada saat berpuasa itu tidak membatalkan puasanya. Maka dia orang yang berpuasa itu masih dianggap sah puasanya dan tidak batal.

Inilah satu-satunya ibadah yang tidak batal ketika tertidur atau memang sengaja tidur. Sebab ibadah-ibadah yang lain itu batal ketika tertidur atau sengaja tidur pada saat melaksanakan ibadah tersebut. Seperti salat dan tawaf tidak sah dilakukan sambil tidur. Wallahu ‘Alam.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Senin, 01 Juni 2020 12:19 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<...