"Kami sudah menyiapkan dananya, berapa pun kami siap dananya untuk penanganan Covid-19, karena Forkopimda dan legislatif telah mendukung kami. Tapi kami kesulitan untuk membelinya di mana?," tanya Bupati kepada Gubernur dalam teleconference.
Bupati juga menyampaikan tentang karyawan perusahaan yang sampai saat ini masih sulit untuk menerapkan Work From Home (WFH).
"Kalau terpaksa diliburkan, mungkin perusahaan akan tidak membayar karyawan yang bersangkutan. Jadi saya hanya memberikan solusi agar pihak perusahaan menyiapkan APD, terutama masker, hand sanitizer, dan disinfektan. Kami juga meminta perusahaan untuk menerapkan social distancing, artinya menjaga jarak antar karyawan," jelasnya.
Beberapa kekhawatiran juga disampaikan bupati, tentang situasi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Bupati khawatir masyarakat bermigrasi dari dan ke Gresik baik itu dari luar kota maupun dari luar negeri (LN).










