Hadiri Festival Perahu Nusantara, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Jaga Ekosistem Sungai

Khofifah mengatakan, butuh kesadaran semua pihak akan pentingnya memperbaiki ekosistem sungai. Saat ini, masyarakat cenderung berpikir jika membuang sampah di sungai adalah cara paling efektif dan praktis untuk mengatasi masalah sampah. Namun di luar itu, justru hal tersebut berakibat fatal dan mengancam keberlangsungan ekosistem sungai dan laut.

"Kalau Daerah Aliran Sungai (DAS) tidak lagi mampu menyerap atau menampung curah hujan, maka bersiaplah dengan ancaman kekeringan, banjir, dan tanah longsor. Kalau pencemaran sungai semakin parah, maka kita pun harus bersiap kehilangan sumber air minum. Saya yakin kita semua tidak ingin ini terjadi," bebernya.

Melalui pelaksanaan Festival Perahu Nusantara ini, Khofifah berharap masyarakat bisa menyadari arti pentingnya kelesetarian sungai untuk keberlangsungan hidup. Khofifah mengungkapkan, menjaga ekosistem sungai hendaknya bisa menjadi budaya yang harus terus dibiasakan oleh setiap individu masyarakat.

Untuk diketahui, Festival Perahu Nusantara ini digelar dalam rangka peringatan Hari Juang TNI AD dan HUT Ke-71 Kodam V Brawijaya. Sedikitnya 45 perahu hias mengikuti konvoi bertemakan kerajaan dari seluruh nusantara yang merupakan simbol kejayaan maritim Indonesia masa lalu. Tak hanya kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri di tanah Jawa seperti Majapahit, Mataram, dan Banten, namun berbagai Kerajaan besar yang pernah berdiri di wilayah lain Nusantara seperti Sriwijaya, Kutai, Bugis, Ternate, Gowa, hingga Kerajaan Malaka.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: