Ngaku Orang Dekat Wapres, Janjikan Proyek Senjata, Korban Tertipu Rp 3,7 M Berencana Lapor Polisi

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Nasib apes menimpa Giyat Tri Pujiyono, warga Tambaksari, Surabaya. Ia menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh Egi Pranata, seseorang yang mengaku sebagai orang dekat Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI).

Berdasarkan pengakuan Giyat, ia dijanjikan oleh Egi proyek pengadaan senjata senilai Rp 120 miliar dari Kementerian Pertahanan (Kemhan). Namun syaratnya, ia harus menyetor dana Rp 5 miliar terlebih dahulu.

Giyat akhirnya menyetujui penawaran tersebut, karena percaya terhadap Egi yang saat itu mengenalkan diri sebagai orang dekat Wapres. Apalagi, kata Giyat, Egi beberapa kali menunjukkan foto dirinya sedang bersama Wapres Jusuf Kalla.

(Salah satu foto yang dikirim Egi (kiri) kepada Giyat menunjukkan dirinya tengah duduk berdampingan dengan Wapres Jusuf Kalla di sebuah acara)

Giyat kemudian menceritakan kronologi terjadinya dugaan penipuan tersebut. Bermula sekitar akhir Oktober 2018 lalu, ia dikenalkan oleh seorang temannya kepada Egi Pranata. Saat itu, Egi mengaku dekat dengan seorang Jenderal TNI AU, yang mana jenderal tersebut dekat dengan Wapres Jusuf Kalla.

“Dia menjanjikan pekerjaan pengadaan senjata, butuh dana Rp 5 miliar. Akhirnya pada pertengahan November 2018, kami serah terima cek,” tutur Giyat.

Namun, saat itu Giyat baru menyerahkan uang sebanyak Rp 3 miliar. “Sambil nunggu SPK (Surat Perintah Keluar, Red) keluar. Setelah SPK keluar, baru rencananya akan saya lunasi jadi Rp 5 miliar. Tetapi di tengah perjalanan, atas alasan perlu dorongan lagi, Egi minta tambahan Rp 2 miliar tersebut. Akhirnya saya sanggupi Rp 700 juta dulu. Total dana yang saya serahkan Rp 3,7 miliar, dengan bukti hitam di atas putih bermaterai,” ungkap Giyat.

Waktu terus berjalan, tetapi proyek yang ditunggu-tunggu Giyat tak kunjung terealisasi. Ia mengaku sudah berulang kali menanyakan progres proyek tersebut, namun Egi selalu berkelit. “Alasannya selalu ada saja, ditunda,” ujar Giyat sambil menunjukkan bukti screenshot percakapan WhatsApp.

Menurut Giyat, dalam perjanjian penyerahan uang, tertulis bahwa apabila hingga sampai 14 April 2019 proyek tersebut belum terlaksana, maka uang yang telah diserahkan dikembalikan secara utuh. Nyatanya, hingga batas waktu yang ditentukan, uangnya juga tidak dikembalikan.

“Sampai pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa Egi telah berbohong. Nomor Hp-nya mati, susah dihubungi, nomor Hp saya sepertinya di-block. Dalam perjalanannya, Egi tidak hanya membawa nama-nama JK, tapi juga Pati (Perwira Tinggi) AU, sampai ke Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin. Dia beberapa kali mengirim foto-foto mengaku sedang rapat bersama mereka,” jelasnya.

Atas kejadian ini, Giyat berencana akan mengadukan hal ini ke polisi, apabila proyek yang dijanjikan tak kunjung ada realisasi, dan uangnya tak dikembalikan.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Ngaku Orang Dekat Wapres, Janjikan Proyek Senjata, Korban Tertipu Rp 3,7 M Berencana Lapor Polisi