Minggu, 09 Agustus 2020 03:11

Gubernur Khofifah Launching OPOP Untuk Penguatan Ekonomi Berbasis Pesantren

Kamis, 08 Agustus 2019 15:02 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Tim
Gubernur Khofifah Launching OPOP Untuk Penguatan Ekonomi Berbasis Pesantren
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat melaunching OPOP pada acara Puncak Acara Hari Koperasi Provinsi Jawa Timur ke 72, Rabu (7/8/2019). foto: IST/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa benar-benar menepati janjinya. Gubernur perempuan energik itu meluncurkan program pendorong ekonomi yang sudah digadang sejak lama yaitu One Pesantren One Product (OPOP) dalam acara Puncak Acara Hari Koperasi Provinsi Jawa Timur ke 72, Rabu (7/8/2019).

Program yang diformat dalam aplikasi digital ini adalah program khusus yang digagas Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk memberikan peningkatan kesejahteraan dam ekonomi masyarakat berbasis Pondok Pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren dan masyarakat sekitar pesantren.

Secara khusus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa dibutuhkan banyak kolaborasi dari berbagai lini untuk bisa mendorong UKM, IKM dan juga koperasi di Jawa Timur. Tak terkecuali di kalangan pondok pesantren yang menjadi fokus sasaran program OPOP.

"Harapannya OPOP bisa mendorong kemandirian santri selepas dari pesantren. Ini cukup lama kita siapkan. Bahkan saya dan Pak Emil saat proses kampanye kemarin sering menyampaikan terkait OPOP bisa kita wujudkan di pesantren-pesantren di Jawa Timur," kata Khofifah.

Sebelum resmi diluncurkan, dikatakan Khofifah, Pemprov sudah lebih dulu membangun ekosistemnya. Penyiapan ekosistem pengembangan produk unggulan di kawasan pesantren ini dibantu oleh perguruan tinggu Universitas NU Surabaya (Unusa).

"Lalu untuk finalisasinya kita juga banyak dibantu oleh ITS," tandas gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini.

Melalui program ini nantinya akan didorong bagaimana setiap pesantren yang berjumlah ribuan di Jawa Timur bisa memiliki produk unggulan. Yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk memberdayakan ekonomi santri, menjadi penguatan ekonomi pesantren dan membantu peningkatan kesejhateraan masyarakat di sekitar pesantren.

Tidak hanya meluncurkan aplikasi OPOP, dalam puncak acara Hari Koperasi tersebut juga diluncurkan tiga aplikasi pendorong UKM, IKM dan koperasi Jawa Timur.

Tiga aplikasi tersebut adalah Sistem Informasi Pembelajaran dan Peningkatan Wawasan Perkoperasian (SiJawara), Toko Online Milik Koperasi (Tomiko), dan juga Jatim ISO.

"Di era digitalisasi ekonomi, banyak sekali perdagangan yang dilakukan secara online. Para pelaku Koperasi, UKM, dan IKM harus banyak mendapatkan pendampingan dan kolaborasi," tegasnya.

Sebab saat ini ada UKM, IKM, dan juga koperasi yang sudah advance. Namun juga ada yang belum. Karenanya kolaborasi dengan sektor strategis dibutuhkan untuk mendorong yang belum advance bisa berlari bersama demi mewujudkan kesejahteraan di Jawa Timur.

"Kampus mendampingi human capitalnya, perbankan melakukan support permodalannya. Akses pasarnya nanti dibantu oleh para pelaku perusahaan e-commerce," jelas mantan Menteri Sosial dan juga Menteri Pemberdayaan Perempuan ini.

Karenanya, dalam kesempatan ini, juga diselenggarakan penandatangan MoU dengan sejumlah sektor strategis. Yaitu penandatangan nota kesepahaman antara Pemprov dengan sejumlah perusahaan e-commerce mulai Shopee, Go Pay, GoJek, Tokopedia, dan juga Blibli.

Para pelaku perusahaan e-commerce ini diminta untuk melakukan pendampingan dan memastikan kontrol kualitas produk, kuantitas dan kontinyuitas dari koperasi, UKM, dan IKM jika diprediksi trend permintaan meningkat.

Selain itu, Pemprov juga melakukan penandatangan MoU antara Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Provinsi (Dekopinwil) Jatim dengan 37 perguruan tinggi negeri/swasta (PTN/PTS). Yang nantinya akan memberikan pendampingan pada UKM, IKM dan koperasi di Jawa Timur. (*)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...