Heboh, Kiai Imam Ghazali Said Tuding Petugas Haji “Menakuti-Nakuti” Jamaah Haji agar Tidak Tarwiyah

(Inilah blanko permohonan ikut Tariwiyah yang oleh Kiai Imam Ghazali Said disebut sebagai salah satu bukti petugas haji "menakut-nakuti" jamaah hajji agar tak ikut Tarwiyah.). foto: facebook

Kiai Imam Ghazali Said yang sehari-harinya mengasuh rubrik “Tanya Jawab Islam” di HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com itu memang sejak lama getol menyuarakan pentingnya Tarwiyah dalam berhaji. Ia sendiri setiap membimbing jamaah haji selalu Tarwiyah yang ia yakini sebagai ibadah haji yang pernah dipraktikkan Rasulullah SAW. Saat HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com ikut rombongan jamaah haji Kiai Imam Ghazali Said juga Tarwiyah.

Apa itu Tarwiyah? Tarwiyah secara bahasa berarti segar dan menyegarkan. Ini, karena Mina atau Muna sebagai situs haji sejak masa Nabi Ibrahim AS (w. 1800 SM) sampai masa Nabi Muhammad SAW (571-632 M) adalah kawasan yang penuh dengan oase menampung air hujan. Karena itu jamaah haji dapat minum puas ketika mereka singgah di Mina. Mereka kemudian membawa bekal air secukupnya untuk ritual wukuf di Arafah yang kering krontang.

Versi lain, kata Kiai Imam Ghazali Said, Tarwiyah diartikan sebagai rukya shadiqah (mimpi benar) Nabi Ibrahim as yang diperintah Allah SWT untuk menyembelih putra tunggalnya saat itu, Ismail AS. Dari mimpi yang diyakini sebagai wahyu itulah, setelah proses kontemplasi wukuf di Arafah dua manusia pilihan ini, rela mengeksekusi dan dieksekusi mimpinya itu pada 10 Zulhijah yang kemudian populer dengan yaum al-nahr. Kisah ini dijelaskan secara rinci oleh al-Azraqi dalam Alhbaru Makkah.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: