Kamis, 18 Juli 2019 12:46

Diduga Rusak Patok di Lahan Kilang Minyak, 3 Warga Jenu Akhirnya Jadi Tersangka

Minggu, 24 Maret 2019 19:03 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Diduga Rusak Patok di Lahan Kilang Minyak, 3 Warga Jenu Akhirnya Jadi Tersangka
Kasatreskrim Polres Tuban AKP Mustijat Priyambodo saat memberikan keterangan.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Tiga warga Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang sebelumnya ditahan oleh Polres Tuban, akhirnya ditetapkan tersangka dalam kasus perusakan patok di lahan milik warga yang akan digunakan proyek kilang minyak. Tiga tersangka itu, yakni berinisial M, S, dan Hs, seluruhnya warga ring 1 proyek kilang minyak.

Kasatreskrim Polres Tuban AKP Mustijat Priyambodo kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (24/3) menerangkan, ketiganya ditetapkan tersangka karena berdasarkan hasil gelar perkara telah memenuhi 2 alat bukti. Barang bukti yang digunakan penyedik untuk menjerat tersangka yaiyu sejumlah patok yang sudah dirusak. Selanjutnya, penyidik terus mengembangkan kasus ini. Sebab diduga ada pelaku lain dalam perusakan tersebut.

"Para tersangka dijerat pasal perusakan barang milik orang lain," papar Mustijat.

Sebelum ditetapkan tersangka, mereka bertiga telah diperiksa sebagai saksi atas laporan warga karena diduga terlibat perusakan patok. "Sekarang pelaku kami tahan," katanya.

Penangabab tiga pelaku itu sempat membuat ratusan warga yang kontra proyek kilang minyak menggeruduk Mapolres Tuban, pada Jum'at (22/3) malam. Para massa meminta agar ketiga warga tersebut dibebaskan. Namun, aksi demo itu dibubarkan paksa oleh anggota karena tidak ada surat pemberitahuan.

Mustijat menegaskan, aksi yang dilakukan warga tidak akan mempengaruhi proses penyelidikan. Ia menegaskan penyidik akan terus memeriksa orang-orang yang diduga terlibat perusakan patok di lahan Dusun Boro, Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Tuban. Keberadaan patok tersebut sejatinya sebagai batas yang akan digunakan untuk rencana pembangunan kilang minyak.

“Sebenarnya ada empat orang yang kita periksa sebagai saksi, tapi baru 3 yang kita jadikan tersangka," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, penetapan ketiganya sebagai tersangka berawal dari adanya rencana aksi menolak pembangunan kilang minyak. Saat itu dua di antara tiga tersangka mengantarkan surat pemberitahuan kegiatan di Mapolres Tuban. Kebetulan, mereka yang mengantarkan surat merupakan orang-orang yang diduga terlibat perusakan. Sehingga, dilakukan pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus itu.

Adapun satu orang tersangka lainnya ditetapkan sebagai tersangka usai dijemput petugas di rumahnya dan menjalani pemeriksaan. (gun/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...