Selasa, 22 Oktober 2019 16:38

Diduga Rusak Patok di Lahan Kilang Minyak, 3 Warga Jenu Akhirnya Jadi Tersangka

Minggu, 24 Maret 2019 19:03 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Diduga Rusak Patok di Lahan Kilang Minyak, 3 Warga Jenu Akhirnya Jadi Tersangka
Kasatreskrim Polres Tuban AKP Mustijat Priyambodo saat memberikan keterangan.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Tiga warga Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang sebelumnya ditahan oleh Polres Tuban, akhirnya ditetapkan tersangka dalam kasus perusakan patok di lahan milik warga yang akan digunakan proyek kilang minyak. Tiga tersangka itu, yakni berinisial M, S, dan Hs, seluruhnya warga ring 1 proyek kilang minyak.

Kasatreskrim Polres Tuban AKP Mustijat Priyambodo kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (24/3) menerangkan, ketiganya ditetapkan tersangka karena berdasarkan hasil gelar perkara telah memenuhi 2 alat bukti. Barang bukti yang digunakan penyedik untuk menjerat tersangka yaiyu sejumlah patok yang sudah dirusak. Selanjutnya, penyidik terus mengembangkan kasus ini. Sebab diduga ada pelaku lain dalam perusakan tersebut.

"Para tersangka dijerat pasal perusakan barang milik orang lain," papar Mustijat.

Sebelum ditetapkan tersangka, mereka bertiga telah diperiksa sebagai saksi atas laporan warga karena diduga terlibat perusakan patok. "Sekarang pelaku kami tahan," katanya.

Penangabab tiga pelaku itu sempat membuat ratusan warga yang kontra proyek kilang minyak menggeruduk Mapolres Tuban, pada Jum'at (22/3) malam. Para massa meminta agar ketiga warga tersebut dibebaskan. Namun, aksi demo itu dibubarkan paksa oleh anggota karena tidak ada surat pemberitahuan.

Mustijat menegaskan, aksi yang dilakukan warga tidak akan mempengaruhi proses penyelidikan. Ia menegaskan penyidik akan terus memeriksa orang-orang yang diduga terlibat perusakan patok di lahan Dusun Boro, Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Tuban. Keberadaan patok tersebut sejatinya sebagai batas yang akan digunakan untuk rencana pembangunan kilang minyak.

“Sebenarnya ada empat orang yang kita periksa sebagai saksi, tapi baru 3 yang kita jadikan tersangka," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, penetapan ketiganya sebagai tersangka berawal dari adanya rencana aksi menolak pembangunan kilang minyak. Saat itu dua di antara tiga tersangka mengantarkan surat pemberitahuan kegiatan di Mapolres Tuban. Kebetulan, mereka yang mengantarkan surat merupakan orang-orang yang diduga terlibat perusakan. Sehingga, dilakukan pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus itu.

Adapun satu orang tersangka lainnya ditetapkan sebagai tersangka usai dijemput petugas di rumahnya dan menjalani pemeriksaan. (gun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Senin, 21 Oktober 2019 20:30 WIB
BATU, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat membantu mengatasi dampak bencana alam akibat angin kencang yang melanda desa sumberbrantas kota Batu, Sabtu malam (19/10). Selain menyalurkan bantuan, Pemprov Jatim support ...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Senin, 21 Oktober 2019 12:15 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...