Beri Manfaat ke Warga Sekitar, Embung Unnes Bantu Antisipasi Banjir di Jl Taman Siswa Semarang

“Saya sangat mendukung upaya pembersihan embung Unnes, karena kondisi airnya sudah tidak sehat lagi ditandai dengan kondisi air yang berbau tidak sedap, warna hijau disertai banyaknya ganggang, serta air tidak mengalir sehingga menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk,” tambah dia.

Tidak hanya itu, dosen Kurikulum dan Teknologi Pendidikan (KTP), Sony Zulfikasari S.Pd M.Pd, menambahkan bahwa adanya embung di Unnes bisa mengurangi udara panas di sekitar kampus. "Dulu, sebelum ada embung, Jl Taman Siswa sering banjir. Namun, embung sangat membantu mengurangi banjir. Kemudian setiap hari Minggu atau ketika sore hari, banyak warga sekitar yang memanfaatkan embung untuk tempat rekreasi keluarga. Bahkan, ada yang membawa tikar dan bekal makanan untuk dinikmati di area embung. Selain itu, embung juga banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa, terutama di area gazebo. Di sana biasanya digunakan untuk rapat dan sekedar kumpul-kumpul untuk mengerjakan tugas kelompok,” katanya.

Di sisi lain, Istifaqotul Himmah (20), mahasiswa Unnes memerikan masukan. “Saya lihat, akhir-akhir ini kondisi embung kotor dan banyak sampah. Seharusnya pihak Unnes rutin merawat dengan cara memunguti sampah dalam embung dengan jaring. Perlu juga ditambah tempat sampah di area embung. Selain itu, bisa juga ditambahkan tulisan atau papan peringatan agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan. Namun, menurut saya yang menjadi poin penting adalah kesadaran kita bersama, untuk tetap merawat dan menjaga kebersihan embung.”

Setelah normalisasi embung selesai, rencananya pihak Unnes juga akan menambahkan beberapa fasilitas untuk memperindah, sekaligus mengoptimalkan manfaat embung. “Ke depannya kami akan membuat jogging track di sekeliling embung, sehingga pengunjung dapat berolahraga sembari menikmati pemandangan di area embung. Kami juga akan menambahkan koneksi internet yang bisa dimanfaatkan mahasiswa. Untuk mengantisipasi intensitas sampah yang masuk ke embung, kami akan menambah jumlah tempat sampah dan memasang papan larangan agar tidak membuang sampah sembarangan,” pungkas Eko Febrianto.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: