Senin, 19 Agustus 2019 17:57

Penasaran, Mahfud MD Tanya Silsilah Kiai Asep sebagai Putra Pendiri NU

Senin, 02 Juli 2018 21:25 WIB
Editor: MMA
Wartawan: -
Penasaran, Mahfud MD Tanya Silsilah Kiai Asep sebagai Putra Pendiri NU
Prof Dr Mahfud MD saat silaturahim ke Dr KH Asep Saifuddin Chalim di Pesantren Amanatul Ummah Syurabaya. foto: MMA/bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Belakangan banyak warga dan kader Nahdlatul Ulama (NU) penasaran terhadap munculnya berita bangsaonline.com yang menyebut Dr KH Asep Saifuddin Chalim putra kiai salah satu pendiri NU. Apalagi berita itu kemudian dilansir Kumparan.com.

Pertanyaan yang muncul rata-rata: benarkah Kiai Asep Saifuddin Chalim putra salah satu kiai pendiri NU. Dari mana silsilahnya?

Bahkan Prof Dr Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi dan Menteri Pertahanan era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menanyakan langsung terhadap Kiai Asep saat silaturahim ke kediamannya di Siwalankerto Surabaya. Kiai Asep yang pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu menerima Mahfud MD di kediaman putra tertuanya, Gus Bara, Ahad sore (1/7/2018).

Lalu bagaimana jawaban Kiai Asep? Kiai santun ini mengakui memang baru-baru ini saja mengungkap ke publik. ”Saya pernah jadi ketua PCNU Surabaya. Tapi walaupun saya ketua NU tak pernah menceritakan saya anak pendiri NU,” kata Kiai Asep kepada Mahfud MD yang tampak serius menyimak jawaban Kiai Asep.

”Saya baru cerita setelah saya punya Pacet,” kata Kiai Asep sembari tersenyum. Maksudnya ia berani bicara ke publik sebagai putra salah satu kiai pendiri NU setelah ia sukses mendirikan pesantren Amanatul Ummah di Pacet Mojokerto.

Kiai Asep semula mendirikan pesantren di Siwalankerto Surabaya. Kemudian mendirikan pesantren di Pacet Mojokerto. Ternyata sukses besar. Kiai Asep punya sekitar 10.000 santri. Bahkan output pesantren yang diasuhnya banyak diterima di perguruan tinggi di luar negeri. ”Tahun ini banyak diterima di Unversitas Al-Azhar Mesir,” katanya.

Selain di Mesir, santri lulusan Pesantren Amanatul Ummah banyak diterima di universitas di Jerman, Maroko, Jepang, Australia, Amerika dan negara-negara lainnya.

Begitu juga di dalam negeri. Lulusan Amanatul Ummah banyak diterima di perguruan tinggi favorit seperti Unair, ITB, IPB, ITS, UB, Unesa, Uinsa, UGM, UIN Syarif Hidayatullah, dan universitas lainnya.

“Ayah saya itu dulu teman Kiai Abdul Wahab Chasbullah saat sama-sama belajar di Makkah,” tutur Kiai Asep. Mendengar itu Mahfud MD mengangguk-ngangguk. Ayah Kiai Asep adalah KH Abdul Chalim.

Kiai Asep menuturkan, saat sama-sama belajar di Makkah, ayahnya, Kiai Abdul Chalim, dan Kiai Abdul Wahab Hasbullah sepakat untuk bertemu lagi di Indonesia dan berjuang memerdekaan bangsanya dari penjajah.

Karena itu sepulang belajar dari Makkah Kiai Abdul Chalim yang asli Leuwimunding Majalengka Cirebon Jawa Barat itu kemudian bertemu lagi denganKiai Abdul Wahab di Surabaya.

Bersama Kiai Wahab, Kiai Abdul Chalim mendirikan Nahdlatul Wathan di Surabaya. Kiai Abdul Chalim saat di Surabaya tinggal di Jalan Kedung Sroko , kampung religius yang terletak di belakang Fakultas Kedokteran Unair.

Dalam organisasi Nahdlatul Wathan, Kiai Abdul Chalim jadi sekretaris sedang Kiai Wahab jadi ketua.

“Saat kiai-kiai mau mengirim utusan ke Hijaz yang kemudian mendirikan NU, ayah saya yang membuat suratnya. Saat merumuskan isi surat itu ayah saya mengusulkan kepada Kiai Wahab: apakah tujuan memerdekakan bangsa tak perlu dicantumkan dalam surat ke Hijaz? Kiai Wahab menjawab, o iya, itu yang utama,” ungkap Kiai Asep.

Karena itu mudah dipahami ketika Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari mendirikan NU Kiai Abdul Chalim juga berperan aktif bersama Kiai Abdul Wahab Chasbullah. Kiai Abdul Chalim dan Kiai Abdul Wahab inilah yang mengundang kiai-kiai dari Madura dan Jawa. Bahkan Hadratussyaikh mempercayakan kepada Kiai Abdul Wahab dan Kiai Abdul Chalim untuk mengisi susunan pengurus PBNU lantaran dua kiai muda ini yang paham siapa saja para kiai aktivis saat itu.

”Kan sebelumnya ayah saya sekretaris Nahdlatul Wathan, jadi banyak tahu siapa saja yang aktivis,” tutur Kiai Asep yang kini Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Pusat.

Karena itu mudah dipahami jika dalam susunan PBNU pertama Kiai Abdul Chalim masuk dalam pengurus harian. ”Saat itu Kiai Hasyim Asy’ari sebagai Rais Akbar, Wakil Raisnya Kiai Dahlan Achyat, sedang Kiai Wahab Katib Awal, dan ayah saya Katib Tsani (Naibul Katib-red),” tutur Kiai Asep yang juga Wakil Mabinda (PMII) Jatim dan Mustasyar PCNU Surabaya.

”Selama ini orang-orang mengenal ayah saya sebagai sekretarisnya Kiai Wahab. Ya memang benar tapi sekretaris dalam organisasi,” tutur Kiai Asep.

Meski demikian Kiai Abdul Chalim tak sempat mendirikan pesantren. ”Kiai Wahab pernah pengatakan, dari semua kiai-kiai pendiri dan pengurus NU (PBNU) hanya sampean (Kiai Abdul Chalim) yang tak punya pesantren. Ayah saya menjawab, nanti anak saya yang akan punya pesantren besar. Mendengar itu Kiai Wahab sempat terperanjat,” ungkap Kiai Asep.

Ternyata apa yang disampaikan Kiai Abdul Chalim benar. Kini putra Kiai Abdul Chalim, yaitu Kiai Asep Saifuddin Chalim punya pesantren besar.

Mendengar uraian Kiai Asep itu Mahfud MD tampak manthuk-manthuk. Apalagi saat Kiai Asep mengatakan bahwa apa yang ia sampaikan itu bukan hanya berdasarkan cerita dari ayahnya tapi memang ada dokumentasi yang ditashhih Kiai Abdul Wahab Hasbullah. Mahfud MD sekitar satu jam lebih terlibat diskusi dengan Kiai Asep Saifuddin Chalim. Selain menanyakan silsilah Kiai Asep sebagai putra salah satu kiai pendiri NU, Mahfud MD juga mendiskusian persoalan-persoalan aktual nasional. (MMA)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...