Tapi, lanjut Arifin, saat ini masyarakat sedang menghadapi saudara sendiri, saudara sebangsa. Karena itu, ia berpesan supaya masyarakat tidak buru-buru menuduh para pelaku yang meledakkan diri itu. Menurut Arifin, para pelaku bom bunuh diri itu juga korban dari kebiadaban para pengecut yang ingin memecah persatuan bangsa.
"Mereka (teroris) memanfaatkan saudara-saudara kita yang belajar agama, tetapi dijejali dengan doktrin-doktrin yang salah. Karena itu kita berkumpul di Tugu Pancasila ini untuk menunjukan solidaritas. Kita tidak ingin dipecah belah, karena itu kita dukung polisi dan TNI " tegasnya.
Arifin merasa sedih ketika melihat berbagai komentar pasca terjadinya peristiwa bom di Surabaya. Ketika ada bom muncul berbagai statement yang katanya presidennya yang lemah, serta tudingan DPR RI pengkhianat karena Undang-Undang anti terorisme belum disahkan.
"Bahkan Polri disalahkan, katanya ini settingan dari Polri," ungkapnya.










