Renovasi besar-besaran dialami Masjid Peneleh pada abad ke-18, saat Pemerintah Belanda berkuasa di tanah Jawa. “Makanya bangunan Masjid Peneleh berarsitektur Kolonial Belanda, seperti ornament mozaik yang menghiasi kaca jendela bertuliskan nama sahabat nabi serta malaikat,” jelasnya kepada Bangsaonline.com.
Kalau dilihat dari eternit (langit-langit), Masjid Peneleh ini bentuknya menyerupai sebuah bahtera (kapal) Nabi Nuh yang sedang terbalik menghadap ke arah barat dan disangga oleh sepuluh tiang layar (tiang bangunan).
"Ini menandakan Keimanan terhadap 10 malaikat Allah, ditambah satu Keimanan lagi yang melekat dalam diri manusia yang termasuk Ketauhidan kepada Allah," ungkapnya.
“Sebelum ada renovasi pada bagian belakang masjid sekitar tahun 1984, sangat terlihat dengan jelas bentuk perahunya tampak bagian deknya yang terbalik serta menghadap ke kiblat. Sampai saat ini masih belum ada data yang menjelaskan siapa yang mengarsiteki Masjid Peneleh yang unik ini,” sambungnya.










