5 Fasum di Kelurahan Setono Pande Kediri Dikeluhkan Warga, Pemkot Terjunkan Tim untuk Sidak

Kelima persoalan ini sebenarnya muncul saat acara ‘Kopi Tahu’, sebuah forum urun rembug yang digagas Pemerintah Kota Kediri dalam menjaring aspirasi masyarakatnya. Pertemuan antara warga Kelurahan Setono Pande dengan Pemerintah Kota Kediri berlangsung pada Kamis lalu. Saat itu, orang nomor satu di Kota Kediri terjun langsung untuk mengikuti.

"Seperti persoalan gorong-gorong di Gang 1 Kelurahan Setono Pande, menurut masyarakat, juga Bhabinkamtibmas di sini, sepanjang jalan pinggir rel kereta api ini berubah menjadi sungai, saat hujan turun. Air yang menggenangi jalanan sebenarnya justru ‘kiriman’ dari Jalan Patimura, di sebelah utaranya," papar Apip.

Pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum sengaja memecah aliran air yang menuju ke Sungai Brantas. Sebagian dialikan ke gang 1 dengan tujuan memecah volume air. Semula aliran air dis ini mengalir secara normal. Tetapi lama-kelamaan, seiring dengan adanya sedimentasi pada gorong-gorong, air pun meluber keluar menggenangi jalan.

Tim gabungan satker ini melihat, ada keterlibatan pihak lain dalam menangani persoalan di sini. Sebab, ruas jalan ini diklaim aset milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI), tepatnya di Daerah Operasional (Daop) 7 Madiun.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: