Miliki Nilai Patrotisme dan Jiwa Militan, Seniman Reyog Ponorogo Siap jadi Duta Pertahanan Bangsa

"Pada dasarnya seni sebagai salah satu unsur kebudayaan berisi sistem nilai budaya yang sangat berharga bagi setiap suku bangsa. Setiap local genius memiliki kearifan yang diwadahi dalam bentuk-bentuk seni tradisi yang menyediakan ruang tafsir dialogis yang memuaskan bagi komunitasnya," kata Pembina Komunitas Reyog Ponorogo (KRP), Nursilah di Jakarta, Ahad (25/12).

Menurut Nursilah, ada beberapa poin yang bisa diusulkan dalam berkesenian, di antaranya dengan mendalami ketreampilan berkesenian dengan sebaiknya-baiknya, sehingga mencapai tingkat penguasaan hingga ke tahap penjiwaan tertinggi. Selanjutnya, dengan memahami nilai-nilai luhur dalam seni tradisi, terutama yang dapat membangun karakter kebangsaan yang tangguh.

"Lalu, menjalankan aktivitas seni tradisi dengan visi dan misi membangun karakter bangsa yang kuat dan tangguh dengan penuh kesadaran, agar generasi muda dan para penikmat seni tergugah akan kecintaannya pada bangsa dan negara tercinta ini," papar Nursilah.

Wanita yang juga Dosen Seni Tari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini melanjutkan, apabila poin-poin di atas dapat diimplementasikan oleh para pegiat seni, maka kita akan memiliki bangsa yang kuat dan tangguh secara budaya, hingga memiliki kecintaan yang mengakar terhadap negara dan bangsanya sendiri.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: