"Adik saya buta, tidak bisa apa-apa, jadi mau tidak mau saya yang harus membuat makan setiap hari," tutur Sijah kepada Bangsaonline saat ditemui di gubuk reyotnya, Kamis (11/8).
Setelah ditinggal suaminya meninggal beberapa tahun lalu, Nenek Sijah hanya hidup berdua dengan Nenek Wiji. Maklum, selama hidup, Nek Wiji tidak pernah menikah. Sebab, kedua mata Nek Wiji memang sudah mengalami kebutaan sejak muda.
"Saya punya dua anak sebenarnya, satu laki-laki sekarang di Surabaya, sedangkan yang perempuan tinggal di Ponorogo. Jarang pulang, kadang lima bulan baru pulang," imbuhnya.
Nenek Sijah dan adiknya hanya makan seadanya. Jika beras jatah bantuan yang diterimanya habis, keduanya terpaksa makan sayur-sayuran rebus yang diambilnya dari pekarangan rumah. Atau menunggu belas kasih dari tetangga.









