Snack "Bikini" Berkemasan Porno Mulai Beredar di Purwokerto

Sementara Koordinator Lembaga Pusat Layanan Terpadu Perlindungan Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Keluarga (PPT PKKBGK), Dra Tri Wuryaningsih MSi menuturkan, gambar tidak senonoh yang ditampilkan pada kemasan snack tersebut sudah termasuk konteks pornografi. Sebab, menampilkan gambar tubuh wanita yang menggunakan bikini.

“Apalagi juga ada tulisan yang kalau dibaca kurang sedap, dan ditempatkan di bagian yang kurang pantas,” tuturnya.

Selain itu, dosen Sosiologi Fisip Unsoed yang akrab disapa Triwur ini juga menyayangkan peran Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pusat saat meloloskan snack itu. Termasuk adanya cap halal di bagian atasnya, juga kurang pas disandingkan dengan gambar tersebut.

“Untuk mengeluarkan cap halal, tentu ada izin dari MUI dan BPOM. Saya tidak tahu itu sudah ada izinnya atau belum,” kata Triwur.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: