Menkes Bantah Ketua KPU Meninggal karena Diracun, Pengamat Intelijen: Investigasi!

Ngabalin juga mengunggah sejumlah foto yang memperlihatkan wajah Husni tampak bersih dan menguning. Wajah tersebut juga penuh dengan bercak darah, pertanda pembuluh darah pecah. Bersama tulisan yang dipostingnya, diunggah pula wajah Husni yang tampak bersih menguning namun penuh dengan bercak merah‎ menandakan pembulu darah pecah.

“Atas nama demokrasi dan hak-hak manusia serta untuk mengungkap tabir di balik kematian sdr. Husni saya mengusulkan ada tim dokter ahli forensik yang independen untuk melakukan otopsi (autopsi)”, tulis Ngabalin. 

Ia juga meminta agar negara mendukung autopsi jenazah pria lulusan Universitas Andalas (Unand) Sumbar itu.

Ngabalin juga menulis status pada akun facebooknya sebagai berikut: Ini soal nyawa dan jiwa manusia yang harus dihormati dan dijunjung tinggi di negeri yang berazaskan pancasila, hidup di alam demokrasi dan negara terbuka. Kita harus kerja bareng, saya hanya mengingatkan saja bahwa hari ini bisa terjadi pada Husni Kamil Malik (semoga bisa diOTOPSI), besok tidak mustahil bisa jadi pada diriku dan dirimu sekalian atau keluargaku atau bahkan mungkin juga pada keluargamu atau kepada siapa saja di negeri ini. Sebagai pejabat publik saya berpendapat pihak RS atau pihak keluarga harus memberikan keterang pers agar kita semua tahu dan tdk menduga-duga, tetapi bagi saya tetap kami atas nama Badan Koordinasi Muballigh Se-Indonesia (BAKOMUBIN) dan PENGPROV POSSI DKI kami mengusulkan untuk dilakukan OTOPSI dan saya mendesak negara harus terlibat berempati atas upaya-upaya pihak independen dalam mengungkapkan tabir dibalik kematian sdr HU Kamil Manik Ketua KPU RI.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Menkes Bantah Ketua KPU Meninggal karena Diracun, Pengamat Intelijen: Investigasi! - Halaman 2