Kamis, 27 Februari 2020 18:04

​ Harga Terus Menurun, Salak 'Wedi' Bojonegoro Terancam Punah

Kamis, 22 Mei 2014 12:01 WIB
Editor: rosihan c anwar
Wartawan: eky nurhadi
​  Harga Terus Menurun, Salak
?salak wedi sebelum dipanen dari kebun.foto:eky nurhadi/bangsaonline

BOJONEGORO (bangsaonline) – Perkebunan buah salak di Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro selama ini menjadi salah satu objek wisata agrobisnis yang cukup menarik di Bojonegoro.

Hampir setiap pekarangan rumah warga tumbuh pohon salak yang rindang dan rimbun. Buah salak yang banyak dikenal dengan sebutan “salak wedi” itu mempunyai rasa yang khas yakni manis dan sedikit kecut. Kandungan air buah salak wedi ini juga lebih banyak ketimbang salak pondoh.

Luas perkebunan salak di Desa Wedi ini sekitar 23 hektare. Perkebunan salak dimiliki oleh hampir semua penduduk desa. Selain di Desa Wedi, perkebunan salak juga ada di Desa Kalianyar dan Tanjungharjo, Kecamatan Kapas. Namun, perkebunan salak paling luas berada di Desa Wedi tersebut.


Perkebunan salak di Desa Wedi ini sudah ada sejak puluhan tahun silam. Dulu, buah salak dibawa oleh salah seorang ulama yang menyebarkan agama Islam di Desa Wedi dan sekitarnya. Buah salak yang cocok hidup di daerah dengan tekstur tanah gembur dan basah tumbuh dengan lebat di Desa Wedi tersebut. Pembibitan buah salak juga mudah lantaran biji buah salak yang jatuh ke tanah tumbuh menjadi benih buah salak.

Namun, perkebunan buah salak di Desa Wedi saat ini tidak seperti dulu. Hasil panen buah salak tidak sebanyak dulu. “Hasil panen buah salak sekarang tidak bisa banyak diharapkan,” tutur Hanifah, 50, petani buah salak di RT 01 RW 01, Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kamis (22/5/2014).

Ia menuturkan, hasil panen buah salak saat ini sudah banyak menurun. Dulu, kata dia, satu pohon buah salak bisa panen dua hingga tiga kali dalam setahun. Namun sekarang satu pohon buah salak hanya bisa panen sekali. Itu pun, kata dia, buah salak yang dihasilkan kurang bagus.

Selain itu, harga buah salak wedi juga terus menurun. Seratus biji buah salak saat ini harganya hanya sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000. Biasanya para petani menjual buah salak itu pagi hari di sepanjang jalan desa. Buah salak itu lalu dibeli oleh para pedagang salak lalu dijual lagi di Pasar Besar Bojonegoro atau Pasar Banjarjo.

Menurut petani salak lainnya, Mudrikah, 52, perkebunan salak saat ini memang terancam rusak. Penyebabnya, kata dia, sungai yang mengalir di wilayah Desa Wedi saat ini banyak yang rusak dan mengalami pendangkalan. Padahal, kata dia, perkebunan salak membutuhkan pengairan yang cukup.

“Selain itu, perkebunan salak saat ini banyak yang dibabat dan didirikan rumah. Banyak pendatang dari luar daerah yang mendirikan rumah di Desa Wedi ini. Akibatnya, banyak jalan air yang terputus,” ungkapnya.

Ia berharap ada upaya dari pemerintah daerah untuk mengembalikan kejayaan perkebunan buah salak di Desa Wedi seperti dulu. Sebab, kata dia, kalau dibiarkan terus dikhawatirkan perkebunan buah salak wedi akan terancam punah.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 24 Februari 2020 14:06 WIB
Oleh : Firman Syah Ali*Pertama Kali saya berjumpa Habib Ahmad Bin Ismail Alaydrus pada tahun 2016 lalu di Majelis Ratib beliau di Kawasan Tapos Bogor. Waktu itu saya hadir Maulid Akbar diajak oleh kakak ipar beliau, Habib Usman Arsal Alhabsyi Jakarta...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...