BOJONEGORO,BANGSAONLINE.com - Menghadapi ancaman kekeringan pada Musim Tanam III (MT III), Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) memperkuat langkah antisipasi untuk menjaga produktivitas sektor pertanian selama musim kemarau.
Intervensi tersebut dilakukan melalui pembangunan dan normalisasi embung serta waduk, pembersihan saluran pembuang (afvoer), hingga perluasan jaringan irigasi baru di sejumlah wilayah.
Langkah ini bertujuan memastikan ketersediaan air baku bagi petani tetap terjaga, mengurangi penyusutan volume air, dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari, menegaskan seluruh program pembangunan dan perbaikan infrastruktur sumber daya air dirancang berdasarkan pemetaan kebutuhan wilayah secara tepat sasaran dan berkelanjutan.
Menurutnya, MT III merupakan periode yang sangat menentukan bagi keberlangsungan usaha tani masyarakat.
"MT III adalah periode krusial bagi para petani kita. Oleh karena itu, perluasan daya tampung air melalui optimalisasi embung, waduk, dan normalisasi sungai terus kami pacu agar debit air yang terbatas dapat terdistribusi secara adil dan lancar hingga ke ujung saluran (end of canal)," ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen menekan risiko gagal panen sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya air yang adaptif.
Untuk mewujudkan distribusi air yang efektif, Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro menjalankan tiga agenda strategis utama sepanjang Tahun Anggaran 2026.
Pertama, optimalisasi dan penambahan kapasitas tampungan air melalui pembangunan embung dan waduk baru serta revitalisasi infrastruktur yang sudah ada guna memperbesar cadangan air baku.
Program tersebut meliputi penyelesaian normalisasi Embung Desa Sambongrejo di Kecamatan Sumberrejo dan Embung Desa Pojok di Kecamatan Purwosari.
Selain itu, pembangunan embung baru juga berlangsung di Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, dan Desa Woro, Kecamatan Kepohbaru, yang dibarengi normalisasi embung di Desa Sumbergede, Kecamatan Kepohbaru.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga menyiapkan pembangunan Waduk Pasinan di Kecamatan Baureno dan Waduk Watang di Kecamatan Tambakrejo, serta rehabilitasi Waduk Rowoglandang di Kecamatan Tambakrejo.
Kedua, percepatan normalisasi sungai dan saluran pembuang (afvoer) guna meningkatkan kapasitas aliran irigasi sekaligus mengantisipasi potensi genangan akibat anomali cuaca.
Kegiatan tersebut mencakup normalisasi sungai di Desa Gondang dan Senganten, Kecamatan Gondang, serta Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu.
Normalisasi juga dilakukan pada Sungai Gandong di Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari.
Sementara itu, pembersihan saluran afvoer difokuskan di Desa Kayulemah, Kecamatan Sumberrejo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, dan Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari.
Ketiga, perluasan dan rehabilitasi jaringan irigasi untuk mengurangi kehilangan air akibat rembesan maupun sedimentasi.
Pembangunan saluran baru dilakukan di puluhan titik yang tersebar di berbagai kecamatan, antara lain Balen, Trucuk, Baureno, Sumberrejo, Gondang, Padangan, Ngraho, Dander, Sekar, Kalitidu, Kedungadem, Kasiman, Kedewan, Bojonegoro, dan Kanor.
Di sisi lain, rehabilitasi jaringan irigasi eksisting difokuskan di Kecamatan Padangan, Dander, Tambakrejo, Trucuk, Kedewan, Bubulan, dan Ngraho.
Melalui pengembangan tampungan air, normalisasi sungai, serta penataan jaringan irigasi secara menyeluruh.
"Semoga apa yang telah kami upayakan dapat memberikan dampak yang signifikan kepada para petani," tandasnya. (van)










