Munaslub Golkar akhirnya menetapkan Setya sebagai ketua umum partai beringin periode 2016-2019. Setya terpilih setelah rivalnya, Ade Komarudin, mundur sebelum pemilihan ketua umum putaran kedua digelar. Dia mengungguli tujuh calon lain dengan meraih 277 suara. Sedangkan Ade mendapat 173 suara.
Di sisi lain, Presiden Joko Widodo belum punya jawaban apakah Partai Golkar akan mendapat jatah pos menteri setelah partai beringin merapat ke pemerintah. Tapi, Presiden menghargai sikap partai penguasa Orde Baru itu.
"Belum sampai ke sana (pemberian jatah menteri ke Golkar," kata presiden yang akrab disapa Jokowi itu di sela kunjungan kerjanya ke Seoul, Korea Selatan, Selasa (17/5) dikutip dari metrotvnews.com.
Jokowi meminta semua pihak menghormati keputusan Golkar, termasuk siapa pun yang kini memimpin Golkar. "Harus kita hormati pilihan yang telah mereka lakukan," ujar Jokowi.










