"Tapi yang me-report itu kan warga, bukan dari sistem, ini dari sistemnya," kata Fahira. Fahira mengatakan, unggahan-unggahan yang menyiarkan bahaya LGBT berasal dari komunitas keagamaan. Hal ini menjadi menutup aktivitas syiar.
"Apa bedanya kita menggunggah tidak boleh makan babi, atau tidak boleh membunuh," katanya lagi.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, juga meminta agar Facebook menghormati bangsa Indonesia yang mempunyai kebijakan dan nilai tersendiri. Dalam pengoperasiannya di Tanah Air, sudah semestinya Facebook menyesuaikan diri dengan Indonesia, termasuk soal lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).
“Segalanya terang dan tegas. Indonesia punya perspektif jelas bahwa LGBT bertentangan dengan Pancasila. Facebook harus menghormati itu,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak dilansir Republika, Senin (22/2).










