MUTUN 2026 Tebuireng Jadi Momentum Penguatan Tradisi Sanad Hadits

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Perhelatan Muktamar Turats Nabawi (MUTUN) 2026 yang dirangkaikan dengan Annual Meeting Asosiasi Ilmu Hadits Indonesia (ASILHA) resmi berakhir di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Rabu (7/10/2026).

Acara penutupan dipusatkan di lobi kampus dengan agenda utama prosesi penyambungan sanad dan penyerahan ijazah kitab Al-Muwatta’. Prosesi khataman dipimpin KH Taufiqurrahman Muchit, salah satu masyayikh Pesantren Tebuireng.

Jalur sanad bersumber dari Syaikh Amin al-Harory yang dikenal sebagai pengampu kajian Kutub al-Sittah. KH Taufiqurrahman mengatakan, “Semoga keberadaan turats ilmiah ini menjadi sarana kita untuk merawat dan melanjutkan tradisi keilmuan yang bersambung sanadnya.”

Acara diawali dengan pembacaan Nadzm al-Baiquniyah secara kolektif oleh mahasantri Hanum Lulu Maliha dan Annisa, dilanjutkan dengan Mars ASILHA, tawasul, serta pembacaan maqra’ kitab Al-Muwatta’ hingga khatam.

Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, KH Achmad Roziqi, menegaskan pembacaan Nadzm al-Baiquniyah merupakan tradisi rutin yang diharapkan membawa keberkahan sanad bagi peserta.

Selain penganugerahan sanad, Ketua ASILHA, Saifuddin Zuhri Qudsi, membacakan Deklarasi ASILHA 2026 yang memuat 6 komitmen, di antaranya meneguhkan tradisi sanad dan talaqqi, memadukan kritik hadits akademis dengan khazanah turats, mengembangkan kajian berbasis digital dan AI, memperluas jejaring kerja sama, melahirkan pemikiran hadits relevan dengan isu kebangsaan, serta membangun komitmen kolaboratif dalam pendidikan dan penelitian.

Saifuddin menambahkan Annual Meeting tahun ini lebih variatif dengan sesi panel, konferensi, bedah buku, bahtsul masa’il al-hadithiyah, hingga penganugerahan sanad Sahih al-Bukhari dan Al-Muwatta’.

Terkait tuan rumah berikutnya, ASILHA membuka peluang bagi lembaga di Indonesia maupun luar negeri, termasuk Malaysia. (aan/mar)