Ringkasan Berita
- Festival Padhang Mbulan di Kota Malang akan menjadi acara bulanan dengan lokasi berpindah-pindah untuk memperluas promosi wisata.
- Acara ini bertujuan sebagai magnet wisata baru dan penggerak ekonomi, menghadirkan pertunjukan budaya, musik, seni, kuliner, serta bazar UMKM lokal.
- Padhang Mbulan sejalan dengan program Ngalam Asyik dan diharapkan memperkaya kalender wisata, meningkatkan kunjungan serta hunian akomodasi.
- Selain sisi hiburan, festival dirancang sebagai ruang promosi budaya dan ekonomi kreatif untuk memperkenalkan potensi berbagai kawasan di kota.
- Keberlanjutan acara ini diharapkan membuat wisatawan tinggal lebih lama dengan memperbanyak pilihan atraksi wisata yang tersedia.
MALANG, BANGSAONLINE.com – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjadikan event Padhang Mbulan sebagai magnet baru bagi para wisatawan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Hal ini ia sampaikan setelah suksesnya gelaran Padhan Mbulan pada Minggu (4/10) yang menyuguhkan berbagai pertunjukan mulai dari budaya, musik, seni, kuliner, hingga produk UMKM yang menarik banyak pengunjung.
Menurut Wahyu, event ini juga sejalan dengan program Ngalam Asyik, salah satu Dasa Bakti Unggulan Pemkot Malang dalam memperkuat sektor pariwisata.
“Kota Malang ini pariwisatanya banyak yang mbois-mbois. Ada kampung tematik, Kayutangan Heritage, kampung budaya, dan lainnya yang menjadi daya tarik wisata,” kata Wahyu.
Wahyu menjelaskan, Pemkot Malang telah menargetkan Padhang Mbulan tidak berhenti sebagai event sesaat. Kegiatan ini direncanakan digelar setiap bulan dengan lokasi yang berpindah-pindah.
Konsep tersebut dinilai dapat memperluas jangkauan promosi wisata sekaligus mengenalkan potensi berbagai kawasan di Kota Malang kepada wisatawan.
Menurut Wahyu, Kota Malang memiliki potensi wisata yang bisa dinikmati sepanjang hari. Mulai dari sport tourism pada pagi hari, destinasi wisata pada siang hari, hingga kawasan Kayutangan Heritage dan Alun-Alun Merdeka pada malam hari.
“Padhang Mbulan akan menjadi satu kalender wisata yang nanti dikenal tidak hanya oleh warga Kota Malang, tetapi juga masyarakat luar,” ujarnya.
Tak hanya mengejar sisi hiburan, Pemkot Malang juga membidik dampak ekonomi dari penyelenggaraan event tersebut.
Bazar usaha pariwisata yang mulai digelar sejak siang menjadi ruang promosi sekaligus pasar bagi pelaku UMKM lokal.
Efek lanjutannya diharapkan merembet pada peningkatan kunjungan wisatawan hingga tingkat hunian hotel dan penginapan.
Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengatakan Padhang Mbulan dirancang sebagai ruang promosi budaya dan ekonomi kreatif Kota Malang.
Beragam kesenian, musik, tarian, kuliner hingga produk UMKM ditampilkan dalam satu rangkaian kegiatan.
Pada gelaran kali ini, masyarakat disuguhi pertunjukan tradisi bantengan dan sejumlah penampilan musik. Disporapar juga melibatkan UMKM binaan yang membawa beragam produk lokal ke area bazar.
“UMKM binaan dari Disporapar menampilkan semua produk UMKM yang ada di Kota Malang sehingga bisa dikenal oleh wisatawan yang hadir,” kata Arif.
Keberlanjutan Padhang Mbulan diharapkan mampu memperbanyak pilihan atraksi wisata di Kota Malang sekaligus membuat wisatawan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama. (dad/msn)










