Diduga Cemburu, Seorang Pria Tewas Ditusuk Tunangannya di Toko Bangunan Gresik

GRESIK,BANGSAONLINE.com -  Polisi mengungkap korban pembunuhan di toko bangunan Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti mengalami sejumlah luka akibat benda tajam, termasuk di bagian leher.

Korban berinisial MF (23) diduga diserang tunangannya sendiri, IR (22), menggunakan pisau dapur. Perempuan asal Sememi Jaya, Kecamatan Benowo, Surabaya, tersebut diduga melakukan aksi itu karena cemburu.

“Korban mengalami luka dua tusukan di bagian leher. Selain itu juga di tangan sebelah kiri ada luka juga, di punggung juga ada,” terang Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman, Minggu 4/10/2026.

Menurut pengakuan IR, dirinya menyerang korban setelah mengetahui kekasihnya diduga berselingkuh. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu (3/10/2026).

Setelah kejadian, IR melaporkan perbuatannya kepada kepolisian melalui nomor darurat 110.

Petugas Polsek Menganti kemudian mendatangi lokasi dan menemukan kedua korban dalam kondisi mengalami luka.

“Pelaku mengakui perbuatannya melalui telepon 110. Setelah itu kami cek lokasi penelepon dan benar terjadi, berlokasi di Desa Randupadangan perbatasan dengan Kecamatan Benowo, Surabaya,” kata Arif.

Korban diketahui merupakan pemilik Toko Bangunan Al-Inayah 3 yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP). Polisi menduga aksi tersebut telah direncanakan. IR diketahui telah berada di toko bangunan tersebut sejak Jumat (2/10/2026) siang.

Berdasarkan keterangan IR, penyerangan pertama dilakukan sekitar pukul 02.00 WIB dengan sasaran leher MF. Korban kemudian disebut melakukan perlawanan hingga terjadi pergumulan.

“Pas jam 2 pagi baru saya tusuk dia di lehernya. Setelah itu dia langsung mendorong saya ke lantai. Badannya berada di atas saya sambil memukuli saya. Darah dari lehernya mengucur ke wajah saya,” ungkap IR.

IR mengaku kemudian mencari kembali pisau yang sebelumnya digunakan dalam penyerangan tersebut.

Ia kemudian kembali mengayunkan pisau ke arah korban hingga mengenai bagian tubuh lainnya.

“Pas dia melawan itu, saya mencoba mencari pisau. Karena kan wajah saya banyak darah jadi saya cari dengan meraba-raba. Pas ketemu, saya sabetkan agar tidak mendekat. Kena tangan dan punggungnya,” urainya.

Setelah mengetahui korban meninggal dunia, IR kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian melalui nomor darurat 110.

Satreskrim Polres Gresik telah mengamankan pisau yang digunakan dalam kejadian dan menahan IR di Mapolres Gresik untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.