SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (Himmapik) Umsida menuntaskan program pengabdian nasional melalui Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di Desa Kesiman, Kecamatan Trawas, Mojokerto.
Mereka menghadirkan inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna. Program ini berfokus pada dua inovasi utama, yakni pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot yang menghasilkan pupuk kasgot, serta pengelolaan sampah anorganik dengan insinerator yang abunya diolah menjadi paving block.
Ketua Tim Pelaksana, Risqi Amirulloh, menegaskan program tidak hanya soal teknologi, tetapi juga pemberdayaan warga, UMKM, dan BUMDes agar berkelanjutan.
Sebagai bentuk keberlanjutan, tim Himmapik Umsida menyerahkan Berita Acara Serah Terima Produk berupa satu unit insinerator dan kandang kasgot kepada BUMDes Desa Kesiman.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari kampus dengan hadirnya Kaprodi Administrasi Publik Umsida Ilmi Usrotin Choiriyah, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Arif Senja Fitrani, serta dosen pembimbing Widyastuti.
Kepala Desa Kesiman, Helmi Affandi, mengapresiasi inovasi mahasiswa Sidoarjo tersebut. Kepala Dusun Kemlagi, Samsul Hadi, menilai program ini sesuai kebutuhan desa untuk mengurangi timbunan sampah.
Dalam kegiatan itu, Himmapik Umsida juga memberikan penghargaan Local Hero kepada aktor lokal Desa Kesiman yang aktif mendukung program, mulai dari Ketua BUMDes, pelaku UMKM, Kepala Dusun, hingga Ketua TPS3R.
Meski program resmi berakhir, tim berharap kolaborasi ini menjadi awal pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Kesiman. Dengan pupuk kasgot yang sudah dibagikan kepada warga, diharapkan inovasi mahasiswa Umsida dapat terus hidup dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan. (cat/mar)










