BANGSAONLINE.com - Grand Prix Bahrain yang dijadwal ulang di Malaysia akhir pekan ini akan dihadapkan pada sejumlah tantangan. Balapan di Sirkuit Sepang pada 2-4 Oktober 2026 dibayangi cuaca panas ekstrem, potensi hujan, serta kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia.
Formula 1 sebelumnya mencoret Bahrain dan Arab Saudi dari kalender balapan karena situasi keamanan di Timur Tengah. Untuk menjaga keberlangsungan seri, FIA menetapkan Malaysia sebagai tuan rumah pengganti.
Nama resmi 'Bahrain Grand Prix' tetap digunakan setelah kesepakatan antara kedua pemerintah. FIA menetapkan balapan ini berstatus Heat Hazard dengan prakiraan suhu 33-35 derajat Celsius sepanjang pekan.
Sesuai regulasi, tim diwajibkan memasang sistem pendingin pada mobil. FIA juga memperbolehkan pembalap menggunakan cooling vest, meski tidak wajib.
Jika tidak digunakan, pembalap harus menambah ballast 0,5 kg pada mobil untuk menjaga keadilan kompetisi. Selain suhu panas, Sepang berpotensi diguyur hujan dengan peluang 50 persen pada Jumat, 40 persen pada Sabtu, dan 30 persen pada Minggu saat balapan utama.
Kondisi diperburuk kabut asap yang menyelimuti Malaysia akibat karhutla di Indonesia. Data IQAir per 30 September menunjukkan Kuala Lumpur berada di peringkat pertama kota dengan polusi terburuk, dengan Air Quality Index (AQI) mencapai 165.
Kendati demikian, penyelenggara memastikan balapan tetap berlangsung. Para pembalap diharapkan melakukan penyesuaian fisik menghadapi iklim tropis Malaysia yang penuh tantangan. (rom)










