TULUNGAGUNG, BANGSAONLINE.com - Eny Setyowati (47) merasakan langsung manfaat kepesertaan JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional ketika menjalani pengobatan kanker payudara.
Sejak beberapa tahun lalu, ia rutin membayar iuran JKN tanpa menyangka suatu hari akan membutuhkan perlindungan tersebut.
“Dulu saya berpikir daftar BPJS untuk membantu yang sakit. Tapi alhamdulillah karena sudah lama terdaftar dan rutin membayar iuran, begitu sakit langsung bisa digunakan,” ujarnya pada Rabu (30/9/2026).
Perjalanan pengobatan bermula dari benjolan kecil di payudara yang kemudian diperiksa di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Setelah dirujuk ke RS Satiti Tulungagung dan RS dr. Iskak Tulungagung, hasil biopsi menunjukkan keganasan.
Eny menjalani operasi pengangkatan payudara dengan seluruh biaya ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. Sebelum didiagnosis kanker, ia juga pernah menjalani operasi kista pada 2021 yang seluruh biayanya dijamin JKN.
Sekarang, Eny tengah menjalani kemoterapi keempat dari enam kali yang dijadwalkan, dilakukan secara rawat jalan dengan tambahan obat untuk dikonsumsi di rumah.
“Sekarang kemoterapi yang keempat, prosesnya rawat jalan dan saya diberi obat setiap selesai kemoterapi,” katanya.
Ia menegaskan, pelayanan kesehatan yang diterimanya tidak berbeda dengan pasien lain.
“Tidak pernah ada perbedaan pelayanan. Administrasinya bagus, cukup pakai KTP saja asal status aktif,” tuturnya.
Pengalaman tersebut menjadi bukti pentingnya konsistensi membayar iuran JKN. Menurut Eny, keberadaan program ini bukan hanya meringankan beban biaya, tetapi juga memberi ketenangan dalam menghadapi proses penyembuhan.
“Tanpa BPJS, saya tidak tahu harus bagaimana menghadapi semua biaya pengobatan ini. Harapan saya program JKN terus ada dan ditingkatkan, karena manfaatnya nyata bagi kami,” pungkasnya. (fer/mar)










