Fenomena Bulan Purnama dan Istilah Populernya

BANGSAONLINE.com - Bulan purnama memiliki sejumlah istilah khusus yang menggambarkan kondisi tertentu, di antaranya Harvest Moon, Supermoon, dan Blue Moon. Ketiganya sering muncul dalam literatur astronomi populer, meski memiliki makna berbeda.

Harvest Moon adalah sebutan untuk Bulan purnama yang muncul paling dekat dengan ekuinoks musim gugur, saat siang dan malam berdurasi hampir sama. BMKG menjelaskan istilah ini berasal dari kebiasaan petani di Eropa dan Amerika Utara yang memanfaatkan cahaya Bulan untuk panen pada malam hari.

Supermoon berkaitan dengan jarak Bulan dari Bumi. Fenomena ini terjadi ketika Bulan purnama berada di titik perigee, yaitu posisi terdekat dengan Bumi.

Kondisi tersebut membuat Bulan tampak lebih besar dan terang, meski istilah Supermoon bukan istilah resmi dalam astronomi.

Sementara itu, Blue Moon tidak berarti Bulan berwarna biru. Istilah ini digunakan ketika terjadi dua Bulan purnama dalam satu bulan kalender, atau Bulan purnama ketiga dari empat dalam satu musim.

Dalam beberapa kasus, satu Bulan purnama bisa memiliki lebih dari satu sebutan. Misalnya, Bulan purnama dapat menjadi Supermoon sekaligus Blue Moon jika terjadi di titik perigee dan merupakan purnama kedua dalam satu bulan.

Perbedaan ketiga istilah tersebut terletak pada dasar penamaannya, yakni Harvest Moon berkaitan dengan waktu, Supermoon dengan jarak, dan Blue Moon dengan jumlah purnama. Meski berbeda, semuanya tetap merujuk pada fenomena bulan purnama yang sama. (rom)