BANGSAONLINE.com - Neptunus ditemukan pada 23 September 1846 setelah keberadaannya diprediksi melalui perhitungan matematika akibat gangguan orbit Uranus. NASA mencatat Neptunus sebagai planet pertama yang ditemukan berdasarkan prediksi matematika.
Planet kedelapan dan terjauh dari Matahari ini memiliki diameter sekitar 49.500 kilometer, hampir empat kali Bumi. Jarak rata-rata Neptunus dari Matahari mencapai 4,5 miliar kilometer atau 30 satuan astronomi, dengan cahaya Matahari membutuhkan waktu empat jam untuk tiba.
Neptunus berotasi selama 16 jam dan membutuhkan 165 tahun Bumi untuk satu revolusi. Kemiringan sumbu rotasi sekitar 28 derajat membuat planet ini mengalami musim, masing-masing berlangsung lebih dari 40 tahun.
Warna biru khas Neptunus disebabkan kandungan metana yang menyerap cahaya merah. Planet ini juga memiliki angin tercepat di tata surya, lebih dari 2.000 kilometer per jam.
NASA mencatat 16 satelit Neptunus, dengan Triton sebagai yang terbesar, ditemukan William Lassell pada 10 Oktober 1846. Neptunus memiliki cincin samar yang sulit diamati dari Bumi, dinamai Galle, Le Verrier, Lassell, Arago, dan Adams.
Galileo Galilei sempat mengamati Neptunus pada 1612, namun mengira objek tersebut sebagai bintang. Penemuan Neptunus dikaitkan dengan ahli matematika Prancis Urbain Le Verrier dan Inggris John Couch Adams.
Le Verrier menghitung posisi planet, lalu astronom Johann Gottfried Galle bersama Heinrich Louis d’Arrest menemukannya di Observatorium Berlin, kurang dari satu derajat dari prediksi. (rom)










