Expo Haji dan Umrah 2026 Libatkan 300 UMKM, Kemenhaj Perluas Akses Pasar dan Kemitraan

Ringkasan Berita
  • Expo Haji dan Umrah 2026 di Madiun melibatkan 300 UMKM dari enam kategori untuk memperluas akses pasar dan peluang kemitraan.
  • Expo ini tidak sekadar pameran, tetapi difokuskan untuk membangun keterhubungan dan mendorong transaksi bisnis baru melalui business matching dengan dunia usaha dan perbankan.
  • Penguatan ekosistem juga dilakukan lewat pemanfaatan teknologi digital, seperti platform Haji dan Umrah Store, sebagai bagian dari pengembangan ekosistem digital.
  • Tujuan expo adalah menjadi titik awal untuk akses pasar yang lebih luas, kemitraan berkelanjutan, dan jejaring kolaborasi bagi UMKM.
  • Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, swasta, perbankan, dan komunitas untuk membangun ekosistem haji dan umrah yang berdaya saing.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 yang digelar di Kota Madiun pada Jumat (25/9/2026) lalu melibatkan 300 UMKM dari berbagai daerah di Jawa Timur guna memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang kemitraan dengan dunia usaha, perbankan, dan calon mitra.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Dirjen PE2HU) Kemenhaj, Jaenal Effendi, mengatakan expo tersebut diarahkan tidak sekadar menjadi ruang pamer produk, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan UMKM dengan ekosistem haji dan umrah.

“Dari pameran menjadi kemitraan, dari kemitraan menjadi transaksi, dan dari transaksi menjadi pertumbuhan ekonomi dan kemaslahatan masyarakat,” ujar Jaenal.

Sebanyak 300 pelaku UMKM tersebut terbagi dalam enam kategori, yaitu haji dan umrah, makanan dan minuman, muslim fashion, kerajinan dan ekonomi kreatif, produk olahan dan unggulan, dan layanan lainnya.

Jaenal Effendi menjelaskan, perluasan akses pasar dilakukan melalui business matching yang mempertemukan UMKM dengan dunia usaha, perbankan, dan calon mitra. Pertemuan tersebut diarahkan untuk membuka peluang kerja sama sekaligus mendorong terjadinya transaksi bisnis baru.

Penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya melalui Haji dan Umrah Store yang menjadi bagian dari pengembangan platform digital dalam ekosistem tersebut.

Jaenal mengatakan manfaat yang diharapkan dari expo tidak berhenti pada terselenggaranya kegiatan, tetapi berlanjut melalui terbentuknya akses pasar, kemitraan, transaksi, dan jejaring kolaborasi bagi pelaku UMKM.

“Dengan demikian, expo ini diharapkan menjadi titik awal, bukan titik akhir. Kami berharap lahir akses pasar yang lebih luas bagi UMKM serta kemitraan dan transaksi bisnis baru,” jelas Jaenal.

Upaya memperkuat ekosistem tersebut melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan, UMKM, komunitas, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keterhubungan antara sektor UMKM dengan ekosistem haji dan umrah.

Expo yang berlangsung pada 25 s.d. 27 September 2026 di Stadion Wilis, Kota Madiun, tersebut juga dirangkai dengan Kick Off Manasik Haji Nasional 2026. Sebanyak 15.000 jemaah haji mengikuti kegiatan secara luring, sementara jemaah haji Indonesia di berbagai wilayah mengikuti secara daring.

Melalui kegiatan bertema “Sinergi Membangun Ekosistem UMKM, Haji & Umrah yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan”, expo ini diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, mitra usaha, dan ekosistem haji dan umrah secara lebih luas dan berkelanjutan. (msn)